Ditangkap, Buron Kasus Korupsi Auditorium UIN STS Jambi

Konferensi pers penangkapan buron kasus korupsi pembangunan auditorium UIN STS Jambi

KBRN, Jambi : Buron sejak Januari lalu, akhirnya Redo Setiawan , tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Auditorium UIN Sultan Thaha Saifuddin (STS) Jambi yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) , hari ini berhasil ditangkap  oleh Tim Tangkap Buronan (Tim Tabur)  Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Jambi.

Wakajati Jambi, Bambang Hariyanto dalam konferensi pers  mengatakan,  Redo ditangkap di rumah kontrakannya di kawasan Parung, Kota Bogor, Jawa Barat sekitar pukul 7.30 wib.  Setelah penangkapan, pria berusia 44 tahun tersebut langsung diterbangkan ke Jambi sore itu juga. “ Tersangka DPO dari Kejaksaan Tinggi Jambi sejak bulan Januari 2020 karena dipanggil tidak datang, bersama Kristiana,”  ujar Wakajati Jambi, Bambang Hariyanto, Rabu (25/11/2020). Dalam pengakuannya, selama pelarian tersangka sempat berpindah-pindah tempat dari Lampung hingga Jakarta dan berakhir di Bogor.  

Wakajati menambahkan, berkas tersangka Redo Setiawan akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Jambi, dan untuk 20 hari kedepan tersangka akan dititipkan di tahanan Polresta Jambi.  Dalam kasus korupsi pembangunan Auditorium UIN Sultan Thaha Saifuddin, Redo Setiawan memiliki peran penting.  Tersangka merupakan pihak swasta yang menjadi perantara pengalihan proyek pekerjaan dari Direktur PT.Lambok Ulina dengan John Simbolon kepada pihak swasta lain yaitu Kristina yang telah divonis bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jambi dan dihukum 7 tahun penjara.  Dalam kasus korupsi dengan kerugian negara sebesar Rp  12,8 miliar rupiah tersebut, sudah ada empat orang yang diajukan ke meja hijau yaitu Iskandar Zulkarnain, John Simbolon, Hermantoni dan Kristiana.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00