Kejari Jambi Prioritaskan Pencegahan Korupsi Daripada Penindakan

Kajari Jambi, Rahman Dwi Saputra

KBRN, Jambi : Jajaran Kejaksaan pada tahun ini menjadikan upaya pencegahan korupsi sebagai prioritas upaya pemberantasan korupsi dibanding upaya penindakan. Dijelaskan  Kepala Kejaksaan Negeri Jambi, Rahman Dwi Saputra, jika selama ini jajaran kejaksaan mengutamakan penindakan,  tahun ini fokus penanganan korupsi bergesar ke pencegahan. Hal itu dilakukan karena upaya pencegahan dinilai lebih berpotensi menyelamatkan  keuangan negara dibanding penindakan.  Ditambahkannya, menurut penelitian beberapa universitas di Indonesia, penindakan hanya mampu mengembalikan sekitar 10, 64 persen kerugian negara. Upaya untuk mengembalikan kerugian keuangan negara semakin sulit jika hasil dari korupsi tidak hanya dibelanjakan, namun digunakan untuk berfoya-foya atau pesta maupun liburan ke luar negeri.

Kajari menyebutkan, ada tiga sistim yang dilakukan dalam pencegahan korupsi,  yaitu dengan memutus mata rantai budaya korupsi, salah satunya dengan menanamkan nilai-nilai anti korupsi kepada pelajar sebagai calon penerus estafet kepemimpinan bangsa, melalui kegitan Jaksa Masuk Sekolah, yang rencananya akan dilaksanakan setiap tahun. Selain itu, kejaksaan juga aktif memberikan pendampingan, nasehat hukum dan penyuluhan langsung terkait korupsi kepada pemangku jabatan dan kewenangan. Pihak kejaksaan memberikan masukan agar peluang kebocoran dan korupsi dapat ditekan seminimal mungkin. Upaya ketiga yang dilakukan adalah melalui penindakan yang juga merupakan bagian dari pencegahan. Karena yang menjadi target bukan hanya pelaku korupsi, namun juga masyarakat agar dapat melihat dan belajar akibat yang harus ditanggung oleh pelaku korupsi. “ Tahun ini pimpinan di Kejagung memutuskan bahwa pola penanganan korupsi fokusnya bergeser, yang selama ini di penindakan, sekarang kita fokus ke utamakan pencegahan. Apa rasio penindakan, menurut riset beberapa universitas di Indonesia, penindakan hanya mampu mengembalikan 10,64 persen daripada kerugian negara, " ungkap Kajari Jambi, Rahman Dwi Saputra.Kajari  juga meminta masyarakat agar turut aktif melakukan pengawasan , sehingga memperkecil ruang gerak pelaku korupsi. Sementara para penyelenggara negara dihimbau untuk melaksanakan pekerjaannya sesuai ketentuan . Jika merasa ragu-ragu, penyelenggara negara dapat bertanya atau melakukan konsultasi kepada pihak Kejari Jambi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00