Jajaran Kejati Jambi Komitmen Berantas Mafia

Kajati Jambi Sapta Subrata dan Asintel, Kejati Jufri dalam dialog interaktif Jaksa Menyapa

KBRN, Jambi : Jajaran Kejaksaan Tinggi Jambi berkomitmen untuk memberantas mafia tanah, mafia pupuk dan mafia pelabuhan/ bandara. Hal itu sesuai dengan instruksi Jaksa Agung Republik  Indonesia,  ST Burhanuddin.. 

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jambi, Sapta Subrata dalam Dialog Interaktif Jaksa menyapa di RRI hari ini menyebutkan, Jaksa Agung telah memerintahkan kepada setiap jajarannya di seluruh wilayah Indonesia  untuk menelusuri dan mengidentifikasi melalui operasi intelijen apakah di wilayah hukum masing-masing ada upaya praktik-praktik curang pupuk bersubsidi, mafia tanah dan mafia pelabuhan. "Pendistribusiannya harus tepat sasaran. Cermati betul setiap proses distribusi pupuk bersubsidi tersebut, apakah tepat sasaran dan segera tindak apabila ada pihak-pihak yang mencoba bermain terkait pupuk. Barang yang disubsidi itu didalamnya ada uang negara.  Pupuk bersubsidi itu kan tujuannya untuk membantu petani yang tidak mampu membeli pupuk non subsidi, "ujar Kajati Sapta Subrata, Kamis (20/1/2022). Sementara terkait mafia pelabuhan,  Asintel Kejati Jambi, Jufri yang mendampingi Kajati dalam dialog interaktif Jaksa menyapa menyebutkan, hingga saat ini pelabuhan dan bandara menjadi tempat loading barang dalam jumlah besar. " Biasanya para distributor ini harus membayar pajak tertentu dan hasil jasa tertentu sebelum bisa mengeluarkan barangnya, " ujar Jufri. Beberapa upaya dilakukan jajaran Kejati Jambi untuk memberantas mafia tanah, mafia pupuk dan madia pelabuhan/bandara antara lain dengan membuka hotline pengaduan di nomor 081279702750. Masyarakat bisa melaporkan jika mengetahui atau menjadi korban kelangkaan pupuk, mafia tanah, serta mafia pelabuhan dan bandara. Selain itu, di Bandara Sultan Thaha Kejati juga sudah membuka Posko pengaduan. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar