Harga emas turun, minat beli masyarakat masih rendah

KBRN, Sungai Penuh: Menurunnya harga emas perhiasan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di Kota Sungai Penuh tidak mempengaruhi minat masyarakat untuk membeli emas. Dimana sebelumnya harga emas sempat mencapai harga lebih dari Rp 2 juta rupiah per emas, akan tetapi saat ini menurun menjadi Rp 1 juta 900 ribu rupiah per emas. Menurunnya harga emas tersebut, sedikit mempengaruhi daya jual beli terhadap masyarakat di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, ditengah merebaknya virus corona atau Covid-19 sehingga ekonomi masyarakat mengalami kendala.

“Biasanya tren di masyarakat kita ramai yang membeli emas. Tapi tahun ini sangat jauh perbedaannya dengan tahun-tahun sebelumnya,” kata pedagang emas, Deni Putra di Kota Sungai Penuh, Sabtu (27/06/2020).

Ia menjelaskan, selama pandemi Covid-19 minat masyarakat untuk membeli emas menurun drastis dikarenakan masyarakat tidak bisa keluar rumah. Selain itu menurunnya minat pembeli masyarakat untuk membeli emas juga dipengaruhi dengan harga pertanian, sebab saat ini harga pertanian di Kabupaten Kerinci sedang menagalami penurunan, sementara meskipun harga emas naik, jika harga pertanian mengalami peningkatan minat masyarakat Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci untuk membeli emas cukup tinggi.

Lebih lanjut Deni Putra mengatakan, tahun ini sangat jauh perbedaannya dengan tahun sebelumnya, sebab saat ini masyarakat masih banyak yang terjepit dari segi ekonomi akibat dampak Covid-19.

“Omset penjualan kita tahun ini juga mengalami penurunan drastis sebesar 60 persen,” jelas Deni Putra.

Perbandingan penjualan dan pembelian saat ini 70 persen yang menjual dan 30 persen yang membeli emas, dan banyaknya masyarakat yang saat ini lebih memilih menjual emasnya kembali untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00