Tingkatkan Penanggulangan Covid 19, Digelar Advokasi Vaksinasi Covid 19

Advokasi pemangku kepentingan antisiasi penggunaan vaksinasi covid di ruang pola kntor gubernur jambi

KBRN:Jambi. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi Sudirman mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk turut menyukseskan vaksinasi Covid-19. Hal tersebut disampaikan Sekda saat pembukaan Advokasi bagi Pemangku Kepentingan dalam Upaya Antisipasi Penggunaan Vaksin Covid-19 untuk Peningkatan Penangulangan Covid-19 di Provinsi Jambi, di Ruang Pola Kantor Gubernur Jambi, Kamis (21/1/2021).

Sekda menjelaskan, sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 84 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19 dan Surat Edaran Mendagri Nomor 910/6050/SJ tanggal  8 Desember 2020 tentang Dukungan Anggaran Pelaksanaan  Imunisasi Covid-19 serta dalam rangka terlaksananya  Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), sumber daya manusia merupakan subjek penting dalam pembangunan.

“Saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi tantangan yang mengharuskan sumber daya manusia beradaptasi dengan situasi pendemi Covid-19. Masyarakat harus bersiap dengan keseimbangan baru pada kehidupan masyarakatnya. Aspek kesehatan, sosial, dan ekonomi harus berjalan beriringan dan saling mendukung agar tercapai tujuan yang diharapkan. Untuk itu, berbagai kebijakan percepatan penanganan Covid-19 harus tetap mendukung dengan memberi vaksinasi Covid-19 yang sudah mendapat persetujuan penggunaan pada masa darurat (emergency use of authorization) atau penerbitan Nomor Izin Edar (NIE) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,” terang Sekda.

Sementara itu, Plt Kadis Kesehatan provinsi Jambi Raflizar menyebutkan advokasi digelar untuk mendapatkan dukungan semua pihak tetkait vaksinasi covid. "kita harapkan dukungan semua pihak karena tanpa dukungan semua program vaksinasi covid tidak akan berhasil, " terangnya.

Untuk diketahui, Advokasi ini diikuti oleh unsur Forkopimda Provinsi Jambi dan berbagai pihak terkait.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00