Pasca Bentrok Yang Terjadi Antara Dua Desa, Warga Trauma Akan Adanya Bentrok Susulan

KBRN, Sungai Penuh: Bentrok antara dua desa yakni desa Muak Kecamatan Bukit Kerman dan desa Semerap Kecamatan Keliling Danau Kabupaten Kerinci, yang terjadi akibat persoalan tanah perladangan, hingga sempat kisruh pada Senin (26/10/2020) siang, membuat warga dua desa tersebut menjadi trauma akan adanya bentrok susulan.

Hal ini seperti diutarakan salah satu warga desa Muak, Mulyadi, dirinya mengaku atas peristiwa tersebut banyak warga yang menjadi trauma, dan dirinya berharap kepada masyarakat baik yang berasal dari desa Muak maupun desa Semerap bisa menahan diri, hingga permasalahan ini bisa diselesaikan dengan baik.

“Kami minta warga kita semuanya bisa tenang, biar persoalan ini diselasikan secara hukum dengan baik,kami disini trauma, apalagi yang perempuan-perembuan, mereka sangat ketakutan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kerinci Ami Taher, yang sempat turun langsung untuk mendinginkan suasana, meminta kepada pihak kepolisian untuk membantu melakukan pengamanan, dimana selama proses penyelesaian persoalan tersebut diselesaikan bersama Pemerintah Daerah, lahan sengketa yang saat ini tengah dipersoalkan tidak boleh di ganggu gugat oleh kedua belah pihak.

“Kepolisian nanti akan melakukan pengamanan, dan selama kita mencari solusi, tanah sengketa ini tidak boleh diganggu oleh pihak manapun,” ungkap Wabup, Selasa (27/10/2020).

Kapolres Kerinci AKBP Agung Wahyu Nugroho saat dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan, untuk mencegah terjadinya bentrok pihaknya menyiagakan anggota kepolisian di dua desa tersebut dengan jumlah anggota sebanyak dua pleton, yang dibantu oleh anggota Bromob serta TNI.

“Terkait pengamanan, sudah kita lakukan tindakan-tindakan yang nantinya dimungkinkan adanya kedua belah pihak ketemu, jadi kita siapkan pengamanan di dua tempat yakni di desa semerap dan desa muak,” tegasnya.

Untuk diketahui, bentrok antar dua desa ini meninggalkan luka yang mendalam bagi masyarakat, pasalnya salah satu korban yang di duga terkena tembakan meninggal dunia, saat dirujuk dari RSUD MHA Thalib Kerinci ke RSUD Raden Mataher Jambi, korban tersebut atas nama Awara umur 40 tahun warga desa Koto Patah Semerap Kecamatan Danau Kerinci Barat.

Sementara itu, untuk memastikan suasana kembali kondusif, Kapolda Jambi Irjen Pol. Firman Santyabudi bersama Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI M. Zulkifli yang didampingi Wakil Bupati Kerinci Ami Taher dan Pj. Sekda Kerinci Asraf, langsung bergerak meninjau lokasi, serta melakukan takziah kerumah duka.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00