DPRD Kerinci Minta Tim Gugus Tugas Pertimbangkan Penutupan Pasar Tradisional

KBRN, Sungai Penuh: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kerinci, meminta kepada Tim Gugus Tugas untuk mempertimbangkan kembali terkait penutupan tiga pasar tradisional, salah satunya Balai Semurup yang telah diberlakukan sejak 21 hingga 31 Oktober mendatang, mengingat penutupan pasar tersebut akan berdampak besar terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kerinci Boy Edwar saat mengikuti briefeng rutin Tim Gugus Tugas Kabupaten Kerinci, Jum’at (23/10/2020), dikatakannya, Balai Semurup merupakan balai besar di Kabupaten Kerinci, bahkan warga yang berada di 4 kecamatan terdekat dari Kecamatan Air Hangat juga berbelanja di balai tersebut, sehingga hal ini perlu menjadi pertimbangan.

“Jika penutupan balai dilaksanakan selama dua kali balai, dikhawatirkan akan menimbulkan gejolak ditengah masyarakat, terutama bagi mereka yang ingin memenuhi kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.

Menanggapi hal ini Wakil Bupati Kerinci Ami Taher, yang juga sebagai Wakil Ketua Tim Gugus Tugas Kabupaten Kerinci mengatakan, terkait usulan Wakil Ketua DPRD akan dipertimbangkan, dengan melihat kondisi dilapangan. Dimana jika setelah penutupan balai pada minggu pertama tidak terjadi penambahan kasus, maka pada minggu kedua balai akan kembali dibuka.

“Tapi jika pasca dilakukan penutupan balai pada minggu pertama masih terjadi peningkatan kasus hasil dari kontak tracking pasien yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan, maka kami tetap akan menutup balai tersebut,” ujarnya.

Ami Taher menegaskan, pemberlakuan penutupan sementara pasar tradisional atau balai ini akan berlaku di setiap kecamatan, yang memiliki kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Untuk itu, karena saat ini kasus terbanyak berada di Kecamatan Air Hangat, maka Tim Gugus memutuskan untuk menutup tiga balai tradisional yang berada di wilayah tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00