Gubernur Jambi Tinjau Lokasi Akses Jalan Masuk Bandara Depati Parbo Kerinci

KBRN, Sungai Penuh: Gubernur Jambi Fachrori Umar didampngi Bupati Kerinci Adirozal, Kepala Bandara Depati Parbo M. Arqodri Arman, Wakil Bupati Kerinci Ami Taher, Pj. Sekda Kerinci Asraf Zainun, serta Kepala OPD Provinsi Jambi dan Kabupaten Kerinci, melakukan peninjauan lokasi akses jalan masuk Bandara Depati Parbo, yang berada di desa Hiang Tinggi Kecamatan Sitinjau Laut, Minggu (20/9/2020).

Pada kesempatan tersebut Gubernur Jambi Fachrori Umar kepada rri.co.id mengatakan, Pemerintah Provinsi Jambi telah mulai melakukan pengerjaan pengembangan Bandara Depati Parbo secara bertahap, yang merupakan harapan masyarakat Kerinci selama ini.

“Bandara Depati Parbo ini merupakan harapan warga Kerinci selama ini, sebab selain transportasi darat, transportasi udara juga sangat dibutuhkan masyarakat Kerinci, agar akses tansportasi bisa lebih mudah dan cepat, baik ke Jambi maupun ke daerah lainnya,” ungkap Fachrori.

Gubernur Jambi juga mengatakan, pengembangan Bandara Depati Parbo ini dilakukan dengan beberapa tahap, untuk tahap sekarang sedang dilakukan persiapan pembangunan konstruksi, apron, dan taxiway. Persiapan proyek pengembangan Bandara Depati Parbo ini  dilakukan pada areal seluas 4 hektare.

“Kedepannya luas apron yang akan kita bangun sepanjang 190 meter X 70 meter, yang dapat dipergunakan untuk memarkir 3 unit pesawat dalam waktu yang bersamaan. Harapannya tentu dengan 3 rute yang berbeda,” tambah Fachrori.

Selain itu, akses jalan masuk Bandara Depati Parbo tersebut akan mengalami perubahan. Semula akses masuk berada di Hiang Tinggi Kecamatan Sitinjau Laut, akan dirubah dari Koto Iman Kecamatan Tanah Cogok.

Akses masuk nantinya memiliki panjang jalan 900 meter sampai ke bandara, dengan lebar badan jalan satu ruasnya 6-8 meter yang nantinya akan ada 2 ruas jalan pada akses masuk bandara.

“Pengerjaan akses masuk bandara ini masuk dalam pengerjaan tahap pertama yaitu persiapan. Nantinya, kita akan melakukan penimbunan lahan terlebih dahulu. Karena areal lahan yang telah dibebaskan untuk bandara ini merupakan areal persawahan,” tutur Fachrori.

Dia menjelaskan, setelah proses persiapan pengembangan bandara ini pada tahap pertama selesai semua, selanjutnya akan dibangun gedung terminal yang baru. Lokasi parkir yang baru, gedung PKP PK (Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadaman Kebakaran) yang baru, dan gedung lainnya, beserta lokasi perkantoran yang baru.

Ia menambahkan, dengan kondisi akses jalan masuk baru ke bandara pada tahap pengembangan Bandara Depati Parbo, kedepannya, terminal yang lama akan menjadi lokasi kargo.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00