Kemenag Kota Jambi Sebut Belum Ada Petunjuk Lebih Lanjut Terkait Sertifikasi Penceramah

Kepala Kemenag Kota Jambi, Rusli Adam

KBRN, Jambi : Kementerian Agama Kota Jambi sejauh ini belum menerima perintah dari Kementerian Agama Pusat untuk melakukan pendataan para penceramah atau da’i dan da’iyah terkait rencana sertifikasi penceramah yang digulirkan oleh Kementerian Agama.  Hal itu disampaikan Kepala Kemenag Kota Jambi, Rusli Adam. Menurutnya,  sejauh ini belum ada surat ataupun instruksi dari kementerian Agama terkait sertifikasi penceramah. Meski demikian, pihak Kemenag Kota Jambi telah mempunyai data jumlah penceramah, termasuk para penyuluh agama honorer.  Jumlah penceramah di Kota Jambi yang telah terdata, saat ini jumlahnya mencapai 103 orang. " Memang ada wacana itu, tapi masih belum ada petunjuk lebih lanjut maupun surat terkait petunjuk untuk melakukan pendataan. Tapi kalau datanya penceramah, kita sudah ada, " ujar Kepala Kemenag Kota Jambi, Rusli Adam, Kamis (17/9/2020).

Ditambahkannya, untuk mengantisipasi adanya penyusupan paham-paham radikal dalam ceramah, pihak Kemenag Kota Jambi sering melakukan koordinasi dan kerjasama dengan para penceramah.  Sedangkan untuk para khotib, Kemenag telah menghimpun bahan khotbah dalam sebuah buku dan disebarluaskan kepada para khotib untuk disampaikan dalam khotbah sholat Jum’at.

Rusli Adam juga  mengingatkan para penyuluh agama agar menyampaikan ceramah  agama dengan sejuk dan tidak sampai menimbulkan ketersinggungan kelompok tertentu, sehingga dapat menjadi alasan orang untuk berbuat hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat membahayakan keselamatan penyuluh atau penceramah yang bersangkutan, maupun menimbulkan keresahan di masyarakat.

Para penyuluh maupun penceramah juga diminta untuk menyampaikan isi ceramah yang berisi pesan-pesan agama dan tidak menumpanginya dengan hal-hal yang berbau politik atau hal lain, sehingga tidak menimbulkan gesekan yang dapat berujung kekerasan terhadap para penceramah, maupun menimbulkan konflik ditengah masyarakat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00