Bandara Sultan Thaha Jambi Rugi Rp 27 Miliar Selama Pandemi Covid 19

EGM Bandara Sultan Thaha, Indra Gunawan

KBRN, Jambi : Otoritas Pengelola Bandara Sultan mencatat kerugian hingga Rp 27 miliar selama berangsungnya Pandemi Covid 19, yang berimbas pada penurunan jumlah penumpang yang sangat drastis sejak Januari lalu. Eksekutif General Manajer ( EGM) Bandara Sultan Thaha, Jambi, Indra Gunawan menyebutkan,  kerugian  yang harus ditanggung pihak Bandara sejak Januari hingga Juni lalu atau selama semester I tahun 2020 mencapai Rp 27 Miliar Rupiah. Target pendapatan yang seharusnya sudah mencapai Rp 81 miliar, ternyata baru terealisasi sekitar Rp 22 miliar rupiah. Dijelaskannya, penurunan tesebut disebabkan adanya penurunan jumlah penumpang yang sangat drastis selama Pandemi Covid 19, yang puncak penurunan penumpang terjadi pada periode April hingga Mei lalu. Meski sudah mulai meningkat, seiring adanya sejumlah kelonggaran di era tatanan kehidupan baru atau new normal, namun jumlah penumpang masih jauh dibanding kondisi normal. Jumlah penumpang saat ini hanya mencapai sekitar seribu orang, jauh dibawah kondisi normal yang rata-rata mencapai 5 ribu orang per hari.   “ Pergerakan pesawat juga masih dibawah 30 persen. Kalau penumpang sekarang memang sudah mulai ada peningkatan. Tapi jumlahnya masih sekitar seribu orang, masih jauh dari normal. Kalau normalnya kan 5 ribu orang , datang dan pergi. Reaslisasi sampai dengan Januari-Juni, kita rugi Rp 27 Miliar. Kondisi  penurunan  tidak hanya di sini saja, tapi juga terjadi di bandara lain di  Indonesia, bahkan dunia,” ungkap Indra Gunawan, Selasa (11/8/2020).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00