Pembangunan RS H. Bakri Empat Kali Perubahan Pemenang Tender

KBRN, Sungai Penuh: Tahun 2020 ini, Pemerintah Kota Sungai Penuh kembali menganggarkan lanjutan pembangunan gedung rawat inap Rumah Sakit H. Bakri dengan  nilai HPS Rp.4 Milyar lebih. Namun dalam proses penentuan pemenang tender, terjadi empat kali perubahan pemenang tender. 

Data yang berhasil dihimpun rri.co.id, termasuk dari website milik ULP Sungai Penuh, diketahui satu paket proyek pembangunan rumah sakit tersebut, terjadi empat kali perubahan. Ada empat kali perubahan evaluasi, empat kali perubahan pembuktian kualifikasi, empat kali perubahan penetapan pemenang, empat kali perubahan pengumuman pemenang, empat kali perubahan masa sanggah, empat kali perubahan surat penyedia barang/jasa dan empat kali perubahan penandatangan kontrak.

Dengan adanya kejanggalan ini, ULP Sungai Penuh mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan. Di duga terjadi permainan di Pokja ULP Sungai Penuh. Informasi terakhir yang diperoleh, paket proyek pembangunan Rumah Sakit H. Bakri tersebut dimenangkan oleh CV. Inti Rajawali yang beralamat di desa Kumun Debai, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh.

Ketua Tim Pemantau Keuangan Negara (PKN)  Kabupaten Kerinci – Sungai Penuh Wandi saat dimintai tanggapannya mengenai kejanggalan itu mengatakan, bahwa ia bersama timnya akan menelusuri kejanggalan ini, dan akan mencari siapa dalangnya jika memang ada permainan.

"Ini sangat aneh, masa proses lelang yang dilaksanakan oleh ULP Sungai Penuh diulang sampai empat kali perubahan, inikan gawat. Apakah pemenang sebelumnya tidak sesuai kemauan penguasa atau pemenang sebelumnya tidak bisa memenuhi permintaan Pokja? Semua kemungkinan tersebut bisa saja jadi penyebabnya. Kita akan telusuri masalah ini sampai ke akarnya. Jika kita temukan indikasi curang, maka akan kita meja hijaukan," tegas Wandi.

Sementara Anggota Kelompok Kerja (Pokja) ULP Sungai Penuh Apridanzah saat ditemui rri.co.id mengatakan, bahwa ia memang anggota Pokja ULP Kota Sungai Penuh, akan tetapi bukan pada paket pembangunan Rumah Sakit H. Bakri.

"Silahkan temui Tedi Adrian Ketua Pokja ULP, yang menangani proses lelang proyek tersebut. Saya anggota Pokja, namun dipaket itu bukan saya. Coba tanya saja sama bang Tedi, dia yang menangani paket tersebut," terang Apridanzah.

Ketua Pokja ULP Kota Sungai Penuh Tedi saat dikonfirmasi membenarkan ada empat kali perubahan.  Namun empat kali perubahan yang dimaksud yakni pada tahap evaluasi administrasi kualifikasi, teknis dan harga, sehingga yang lain juga terjadi perubahan.

"Terjadinya empat kali perubahan evaluasi karena menunggu kepastian dana akibat adanya pemotongan dana. Tapi akhirnya dipastikan tidak ada perubahan dana untuk proyek lanjutan gedung Rumah Sakit," katanya.

Dia mengatakan, panitia kerja diberi kewenangan untuk merubah jadwal sesuai kebutuhannya.

"Tidak benar kalau sudah ada pemenang. Perubahan pemenang yang terlihat di website LPSE, akibat adanya perubahan evaluasi jadwal. Tentu tanggal yang lain ikut berubah, di daerah lain juga ada yang melakukan perubahan yang sama. Kalau sudah ada pemenang, tentu yang menang akan proses," katanya.

Lebih lanjut Tedi mengatakan, ada tiga perusahaan yang mengajukan penawaran terhadap paket lanjutan pembangunan RS H. Bakri tersebut. Yakni CV Putra Tunggal Konstruksi, CV Inti Rajawali sebagai pemenang tender, dan CV Mulya Akbar. Pemenang tender diumumkan pada 16 Juni 2020 lalu.

"Meski ada empat kali perubahan evaluasi, namun tidak ada CV lain yang baru, karena jadwal pendaftaran dan evaluasi berkas sudah selesai dan ditutup," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00