Pemkab Kerinci Menonaktifkan Posko Pemantauan di Dua Pintu Masuk

KBRN, Sungai Penuh: Terhitung sejak 01 Juli 2020 Pemerintah Kabupaten Kerinci resmi menonaktifkan posko pemantauan di dua pintu masuk Ke Kabupaten Kerinci, dinonaktifkannya dua posko tersebut berdasarkan hasil rapat evaluasi yang dilakukan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kerinci.

Pj. Sekda Kabupaten Kerinci Asraf saat dikonfirmasi, Rabu (01/07/2020) membenarkan hal tersebut, dikatakannya dengan dinonaktifkannya dua posko pemantauan di pintu masuk itu, bukan berarti Pemerintah Daerah memberikan kelonggaran kepada masyarakat, akan tetapi Tim Gugus Tugas akan memperketat pengawasan melalui penegakan disiplin masyarakat di pasar-pasar tradisional, serta melakukan pemantauan terhadap lokasi-lokasi keramaian yang sebelumnya belum sempat dikunjungi.

“Kita juga akan kembali melakukan rapid test secara acak, karena untuk pelaksanaan rapid test yang sudah dilakukan baru 1.335 orang, sehingga jumlah tersebut belum mencapai 1% dari jumlah penduduk di Kabupaten Kerinci,” jelasnya.

Ditempat terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Kerinci Darifus selaku Koordinator Lapangan Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Kerinci menyebutkan, dinonaktifkannya posko pemantauan ini berdasarkan beberapa pertimbangan, diantaranya karena Kabupaten Kerinci masuk pada zona hijau yang hingga saat ini masih berada pada zero Covid-19.

“Meski demikian kelonggaran ini hanya terjadi dipintu masuk, sedangkan untuk tempat-tempat yang menjadi skala prioritas akan dilakukan pengawasan yang lebih ketat,” ungkapnya.

Sementara itu dalam menyongsong tatanan kehidupan baru, Pemerintah Kabupaten Kerinci saat ini tengan mempersiapkan SOP protokol kesehatan diberbagai bidang, baik itu pariwisata,pendidikan, sosial, keagamaan dan pesta pernikahan, yang akan dilindungi dengan Peraturan Bupati (Perbup).

Untuk itu meskipun posko Covid-19 diperbatasan ditutup, namun masyarakat yang akan masuk dan keluar dari daerah Kabupaten Kerinci diminta untuk tetap mengikuti protokol kesehatan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00