Imigrasi Kerinci Imbau Masyarakat Yang Ingin Bekerja Diluar Negeri, Harus Melalui Jalur Resmi

KBRN, Sungai Penuh: Jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Kabupaten Kerinci yang berangkat ke luar negeri sesuai prosedur masih sangat rendah, sementara dari tiga wilayah kerja yakni Kabupaten Kerinci, Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Merangin, Kabupaten Kerinci merupakan Kabupaten yang terbanyak warganya bekerja diluar negeri terutama di Malaysia yang menjadi TKI. Sebab perbedaan nominal mata uang dan cerita kesuksesan warga yang menjadi TKI di Malaysia menjadi motivasi masyarakat untuk merantau ke negeri jiran tersebut, namun masih banyak warga yang memilih berangkat melalui jalur tidak resmi atau non prosedural.

Untuk itu Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Kerinci Raden Indra Iskandarsyah menghimbau kepada masyarakat di tiga wilayah kerja, jika ingin bekerja ke luar negeri agar melalui jalur prosedrural.

“Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penipuan dan memudahkan pemberian bantuan jika terjadi hal yang tidak di inginkan selama berada diluar negeri,” jelas Raden, Selasa (30/06/2020).

Ia juga meminta rekomendasi dari instasi terkait yang menangani masalah TKI, serta meminta kepada perangkat desa untuk menginformasikan kepada masyarakat agar tidak menjadi tenaga kerja illegal atau non prosedural.

Sementara bagi pemohon paspor yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri dalam rangka menunaikan ibadah haji khusus atau umroh, maka akan diminta rekomendasi dari Kementrian Agama Kabupaten atau Kota dan surat keterangan dari penyelenggara haji khusus atau umroh.

“Bagi pemohon yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri dalam rangka magang dan program kerja khusus, maka petugas akan meminta rekomendasi dari Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktifitas Kementrian Tenaga Kerja,” tambahnya.

Hal ini dilakukan untuk melindungi Warga Negara Indonesia (WNI) dan mencegah terjadi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), sebab proses penerbitan paspor merupakan bagian dari pelaksanaan pengawasan keimgrasian terhadap WNI.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00