Batal berangkat tahun ini, Imigrasi Kerinci rampungkan proses pembuatan paspor CJH

KBRN, Sungai Penuh: Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Kerinci telah mencetak lebih kurang 790 paspor calon jemaah haji yang gagal berangkat ke tanah suci akibat pandemi Covid-19, paspor tersebut telah dicetak sebelum adanya peraturan pembatalan keberangkatan ibadah haji.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Kerinci Raden Indra Iskandarsyah menjelaskan, paspor haji untuk kuota pertama sudah selesai dilaksanakan untuk tiga wilayah kerja yakni Kota Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Merangin, namun untuk kuota tambahan belum bisa dilaksanakan dikarenakan adanya keputusan Menteri Agama untuk menunda keberangakatan ibadah haji tahun 2020.

“Paspor haji kuota pertama sudah selesai, biasanya ada kuota tambahan dari masing-masing Kemenag, akan tetapi saat mereka ingin mengajukan sudah keluar peraturan Menteri Agama yang menunda keberangkatan, jadi belum bisa dilaksanakan,” jelas Kakan Imigrasi Kerinci Raden Indra, Jum'at (26/06/2020).

Akan tetapi secara umum saat ini Imigrasi Kelas III Non TPI Kerinci sudah melayani pembuatan paspor secara langsung dengan syarat menerapkan protokol kesehatan, pelayanan paspor bagi masyarakat umum itu berdasarkan surat edaran Dirjen Imigrasi tentang pedoman pelayanan paspor dimasa pandemi Covid-19. Dimana jika hari biasa kuota yang disediakan untuk melayani masyarakat sebanyak 30 orang perhari, namun dimasa pandemi ini pihaknya hanya melayani kuota sebanyak 15 orang perhari untuk tiga wilayah kerja.

Lebih lanjut Raden Indra mengatakan, kendati keberangkatan ditunda tahun depan, calon haji tidak perlu khawatir soal paspor, karena dokumen perjalanan ke luar negeri itu berlaku selama lima tahun tanpa mengurus kembali, paspor yang sudah jadi bisa digunakan pada keberangkatan haji tahun 2021.

“Masyarakat tidak perlu khawatir pada keberangkatan tahun depan, Imigrasi hanya perlu memerikasa kembali dan mencocokan data ulang paspor yang sudah jadi dengan calon haji yang akan berangkat,” sambung Raden Indra.

Hal itu dilakukan jika calon haji tahun 2020 yang menunda berangkat berganti kepada orang lain disebabkan meninggal dunia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00