Peredaran Narkoba di Jambi Meningkat Selama Pandemi Covid 19

Kepala BNN Prov. Jambi Brigjen Pol Dwi Irianto

KBRN, Jambi : Peredaran narkoba di Provinsi Jambi selama Pandemi Covid 19 cenderung meningkat. Hal itu disampaikan Kepala BNN Provinsi Jambi, Brigjen Pol Dwi Irianto  . Menurutnya, selama Pandemi Covid 19, BNN Provinsi justru lebih banyak melakukan penangkapan terhadap pelaku peredaran gelap narkoba. Jika selama ini peredaran gelap narkoba banyak menyasar tempat hiburan malam, namun saat ini peredaran justru telah beralih dan banyak terjadi di kawasan pertambangan dan perkebunan, karena meningkatnya permintaan di kedua kawasan tersebut.

Namun peningkatan peredaran narkoba selama Pandemi, ungkap  Brigjen Pol Dwi Irianto  , tidak hanya terjadi di Jambi saja melainkan  juga daerah-daerah lain di Indonesia. Para pelaku peredaran gelap narkoba, diduga memanfaatkan kesibukan aparat penegak hukum yang sedang focus dalam penanganan Covid 19, sehingga mereka mengira aparat penegak hukum akan lengah dan tidak lagi mengawasi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.  “ Mungkin pengedar melihat petugas sedang sibuk menangani Covid sehingga dikira kita lengah. Padahal tidak. Kita tidak mau lengah. Justru selama Covid 19 kita banyak nangkap,”ujar Kepala BNN Provinsi Jambi, Brigjen Pol Dwi Irianto  , Kamis (25/6/2020).

Dirinya menuturkan, sempat bertemu dengan sopir truk batubara yang tertangkap karena menggunakan narkoba dan akhirnya menjalani rehabilitasi. “Kata sopir itu penghasilannya dari sekali trip Rp 300 ribu, nah yang Rp 200 ribu dipakai untuk beli sabu, yang Rp 100 ribu dibawa pulang untuk keluarganya. Apa cukup tanya saya, dijawab ya tidak cukup Pak, jadinya saya sering berantem dengan isteri saya. Itu kan memperihatinkan,”ungkap Kepala BNN Provinsi Jambi ini. Dirinya sangat miris melihat banyak masyarakat yang menjadi korban narkoba. Oleh sebab itu , masyarakat dihimbau untuk bersama-sama menjauhi narkoba dan melakukan upaya pencegahan serta pemberantasan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00