Terdata 1018 titik hotspot di Jambi sejak Januari hingga awal Agustus ini

KBRN,Jambi ; BMKG telah mencatat sebanyak 1018 titik Hotspot terpantau di Jambi sejak Januari hingga awal Agustus 2022. Kordinator data Informasi  BMKG Jambi, Annisa Fauziah mengatakan, ratusan jumlah titik Hotspot tersebut terbanyak tersebar di tiga daerah. Yaitu Kabupaten Merangin, Tanjab Barat dan Sarolangun. Dia juga mengingatkan pada bulan Agustus ini harus diwaspadai, karena menjadi puncak musim kemarau.

"Sampai sekarang ini masih harus diwaspadai timbulnya titik Hotspot. Karena bulan agustus ini menjadi puncak musim kemarau," ungkap.Annisa Fauziah.Selasa.09/08/2022.

Disebutkan titik Hotspot terbanyak selama 2022 tersebar di tiga daerah. Yakni Tanjab Barat, Merangin dan Sarolangun. Selanjutnya, Ibnu menjelaskan pada bulan september mendatang ada potensi tinggi titik panas di Provinsi Jambi. Khususnya di Jambi bagian timur Provinsi Jambi. Seperti Tanjab Barat, Tanjab Timur, dan Muarojambi. Ini berdasarkan data Indeks kesesuaian titik Hotspot yang diolah BMKG.

"Ttitik Hotspot di Jambi masih dipengaruhi alam. Alam masih mendukung untuk tidak terjadinya hotspot dan seterusnya. Namun, kalau kondisi alam tidak mendukung, Hotspot akan lebih tinggi. Sehingga masyarakat harus mewaspadai atau harus belajar seperti alam ini. Dengan kondisi alam yang dingin seperti ini dapat mempengaruhi jumlah hotspot yang ada di Jambi" jelasnya.

sedang terkait keterbukaan hutan di Jambi, banyak yang sudah gundul akibat ulah manusia sehingga mempengaruhi titik hotspot di Jamb, Annisa menegaskan titik Hotspot timbul karena ulah manusia.

"99 persen Hotspot itu timbul dari manusia dan 1 persen dari alam atau iklim," tegasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar