Baznas Sungai Penuh Keluhkan Minimnya Pemasukan Zakat

KBRN, Sungai Penuh : Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Sungai Penuh mengeluhkan minimnya pemasukan zakat baik dari pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun dari pengusaha. Dimana dari Rp.1,5 Milyar potensi zakat yang ada hanya mampu terhimpun berkisar Rp.400 juta rupiah pada tahun 2021.

Ketua Baznas Kota Sungai Penuh Suhatris Ahmad mengatakan, selain disebabkan adanya pandemi Covid-19, minimnya penghimpunan zakat ini juga dikarenakan adanya perubahan sistem pemberian gaji pegawai.

"Yang sebelumnya gaji pegawai melalui bendahara masing-masing SOPD dan langsung dipotong dengan zakat yang wajib dibayarkan, namun saat ini langsung melalui rekening masing-masing pegawai tanpa ada pemotongan zakat, sementara dengan sistem tersebut kesadaran pegawai untuk membayar zakat secara mandiri sangat minim," jelasnya, Selasa (28/06/2022).

Suhatris menambahkan, penghimpunan zakat dari pengusaha hingga saat ini juga belum berjalan dengan baik, bahkan khusus untuk pengusaha perhotelan di Kota Sungai Penuh tidak ada yang membayarkan zakatnya melalui Baznas.

"Dengan menyalurkan zakat melalui Baznas dapat membantu pemerintah untuk peduli terhadap masyarakat yang kurang mampu," tambahnya.

Sementara itu, dengan minimnya pemasukan zakat tersebut, terdapat sebagian program sosial yang selama ini dijalankan oleh Baznas terhenti, salah satunya program bedah rumah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar