Ini Penjelasan Kades Sako Dua Terkait Pemberhentian Perangkat Desa

KBRN, Sungai Penuh : Kepala Desa Sako Dua Kecamatan Kayu Aro Barat Kabupaten Kerinci Suparman, membantah adanya isu terkait pemberhentian  seluruh perangkat Desa setempat yang dilakukan secara sepihak. Menurutnya pasca dirinya dilantik menjadi kepala Desa tidak berniat untuk mengganti perangkat Desa yang lama, namun tanpa sepengetahuannya, perangkat desa yang lama melepas foto yang terpangpang pada  papan structural, sehingga dirinya mempertanyaan persoalan tersebut dengan menggelar pertemuan bersama perangkat  desa setempat. Sayangnya dalam pertemuan ini tidak ada satupun perangkat desa yang menjelaskan maksud dan tujuan dilepasnya foto pada papan structural itu, sehingga membuat dirinya melontarkan kalimat jika tidak ingin bekerja lagi maka baiknya perangkat desa ini dibubarkan saja.

“Sebenarnya saya sama sekali tidak membuat surat maupun pernyataan secara resmi  terkait persoalan ini, dan saya juga tidak menyebutkan kalau mereka saya berhentikan,” tegas Suparman kepada rri.co.id, Sabtu (29/01/2022).

Suparman menjelaskan, pasca pertemuan bersama perangkat desa tersebut,  selama dua minggu terhitung sejak 27 desember 2021 sampai dengan 17 Januari 2022 tidak terlihat satupun perangkat desa yang hadir maupun masuk kantor. Sehingga karena desakan pekerjaan yang menumpuk dan perangkat desa yang lama tidak masuk kantor, maka dirinya bersama ketua BPD dan anggotanya berinisiatif untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang berminat untuk menjadi aparatur desa yang baru, dengan memberikan pengumuman kepada masyarakat dan melakukan penjaringan selama 10 hari.

“Dalam waktu 10 hari itu tidak ada satupun dari mereka yang protes maupun menyampaikan keberatannya terhadap keputusan menjaring perangkat desa baru ini, jadi saya berfikir mereka setuju-setuju saja,” jelasnya.

Lebih lanjut Suparman menyebutkan, karena tidak ada protes dari perangkat desa yang lama, sehingga terbentuklah perangkat desa yang baru dari hasil penjaringan tersebut. namun beberapa hari kemudian beberapa orang dari mereka mengajukan protes ke kantor camat tanpa sepengetahuan dirinya.

“ Karena persoalan ini, kami mendapatkan surat dari pak camat yang menyatakan bahwa perangkat desa yang baru mengikuti penjaringan tidak bisa di sahkan,” tambahnya.

Sementara itu saat disinggung apakah saat ini pemerintah desa sako dua kembali meberdayakan perangkat desa lama atau tetap berlanjut memberdayakan perangkat desa yang baru pasca adanya surat dari pihak kecamatan,  Suparman mengatakan, untuk sementara waktu pihaknya tetap memberdayakan perangkat desa yang baru, karena perangkat desa lama sudah tidak aktif lagi. Sementara untuk tindak lanjut penetapan perangkat desa ini, pihaknya masih menunggu proses penyelesaiannya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar