Masih Tinggi, Angka Perkawinan Anak di Bawah Umur di Provinsi Jambi

Kepala DP3AP2 Provinsi Jambi, Lutpiah

KBRN, Jambi : Angka pernikahan anak di bawah umur di Provinsi Jambi masih tinggi. Data pada Dinas Pemberdayaan Perempuan , Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Provinsi Jambi menunjukkan setidaknya ada 947 perkawinan anak dibawah umur  yang tercatat di provinsi Jambi. “  Ada 884  pernikahan anak di bawah umur di Provinsi Jambi, itu yang perempuan di bawah umur, sedangkan 63  pria di bawah umur,” ujar Kepala DP3AP2 , Lutpiah, Kamis (2/12/2021).   Ditambahkannya, jumlah tersebut hanyalah yang terdata secara resmi.  Diperkirakan  jumlah pernikahan anak di bawah umur jauh lebih banyak dari yang terdata secara resmi. “Itu yang terdata resmi.  Seperti fenomena gunung es juga. Kalau pernikahan anak di bawah umur saya kira jumlahnya jauh lebih banyak, karena ada juga yang menikah secara siri. Tapi kita juga harus ingat bahwa yang menikah di bawah umur itu kan tidak hanya yang beragama Islam, ada juga orang Kristen, Kong hu Chu yang juga menikah tapi tidak mencatatkan pernikahannya,” ungkapnya.

Menurut Lutpiah, pernikahan anak di bawah umur mempunyai dampak yang sangat luas, tidak hanya dari sisi kesehatan anak perempuan yang belum siap organ reproduksinya sehingga membuat resiko kematian ibu dan bayi emnjadi meningkat, juga bisa berdampak pada meningkatnya angka kemiskinan. Oleh sebab itu, berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk menekan angka pernikahan anak di bawah umur, antara lain melalui sosialisasi kepada masyarakat, serta penguatan pada  perangkat desa ataupun kelurahan. Kementerian Agama dan Pengadilan Tinggi Agama. “ Kita meminta perangkat desa atau kelurahan agar tidak sembarangan mengeluarkan surat pengantar pindah nikah atau NA untuk calon pengantin di bawah umur ,” ujar Lutpiah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar