Beranda Perempuan Kampanyekan Cegah Perkawinan Anak

Aktivis Beranda Perempuan

KBRN, Jambi : Perkawinan anak di provinsi Jambi dalam tiga tahun terakhir terus menunjukkan peningkatan, bahkan persentasenya melebihi angka nasional.   Data Beranda Perempuan, sebuah LSM yang konsen pada perlindungan perempuan dan anak di provinsi Jambi  menunjukkan, pada 2018 angka kasus perkawinan anak di provinsi Jambi mencapai 12,1 persen, lebih tinggi dari angka nasional 11, 21 persen. Pada tahun 2019 meningkat  menjadi 14,8 persen juga lebih tinggi dari angka nasional yang justru turun menjadi 10 ,82 persen, dan pada tahun 2020 angka perkawinan anak di provinsi Jambi mencapai 14,3 persen, lebih tinggi dari angka nasional 10,35 persen. “ Kalau dilihat dari angka tersebut, angka nasional semakin turun. Tapi di Jambi angkanya justru semakin meningkat,” ujar Sari Ulitogatorat, Staf Beranda Perempuan, sabtu (27/11/2021).

Berkaca dari kondisi tersebut, Beranda perempuan mengangkat tema Cegah perkawinan anak  Kampanye 16 Hari Tanpa Kekerasan Terhadap perempuan dan anak yang berlangsung 25 November hingga 10 Desember 2021.

Sementara itu, berbagai kegiatan akan digelar dalam rangka peringatan 16 Hari Tanpa Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak , antara lain lomba menulis pantun dan puisi, aksi budaya virtual,  pentas seni  anak remaja di desa Pulau Raman.  Melalui kegiatan tersebut, Beranda Perempuan ingin memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang bahaya perkawinan anak kepada masyarakat luas. Berbagai penelitian telah mengungkap rentetan dampak perkawinan dibawah umur 18 tahun dapat berisiko pada kesehatan reproduksi pada anak perempuan, tingginya angka perceraian, rentan mengalami kekerasan seksual serta juga terkait pada penurunan kualitas hidup anak perempuan dalam dimensi hidup layak. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar