Cuaca Ekstrem, Nelayan Yang Melaut Terbatas

Kepala DKP provinsi Jambi Temawisman

KBRN;Jambi.  Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan provinsi Jambi Temawisman menyebutkan produksi perikanan tangkap di provinsi Jambi berkurang dibandingkan sebelumnya, seiring cuaca ekstrem yang terjadi .

Menurutnya, cuaca yang tidak bersahabat membuat nelayan enggan melaut sementara waktu. “ perikanan tangkap di Tanjabbar dan Tanjabtim informasi yang kita dapat dari kepala Pelabuhan disana memang betul nelayan tidak berani melaut hanya sebagian yang berani melaut, seperti di pelabuhan biasa ada 10 hingga 20 kapal, walau itu kapal kecil yang mendarat tapi sekarang cuma 5 hingga 10 kapal saja, “ kata Temawisman kepada RRI.

Terkait kondisi ini, tidak dipungkiri belakangan harga ikan laut di pasaran cenderung meningkat. “ otomatis ikan berkurang maka harga menjadi naik, “ lanjutnya.

Meski begitu pihaknya menyebutkan untuk ikan jenis budidaya seperti patin, lele, gurame cenderung aman . “ sentra-sentra produksi ikan kita di Tangkit, Sungai Duren mencapai 38 hingga 42 ton per hari , ketersediaannya tidak bermasalah namun memang ada pengurangan patin, “ jelasnya.

Untuk diketahui, Oktober-November perikanan di daerah Kasang Pudak produksi patin mencapai 10 hingga 15 ton per hari biasanya memang sampai 25 ton. Gurame 300 Kg perhari dan lele sebanyak 2 ton. Kondisi cuaca yang tidak bersahabat membuat peternak mengurangi produksi.

 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar