Kebakaran Sumur Minyak Ilegal Desa Bungku Belum Dapat Dipadamkan

Dir. Reskrimsus Polda Jambi, Kombespol Sigit Dany Setiyono

KBRN, Jambi : Upaya tim gabungan untuk memadamkan sumber api di sumur minyak ilegal yang terbakar di  Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari masih belum membuahkan hasil. Meski kebakaran telah berlangsung sejak 18 September lalu. 

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Jambi Kombes. Pol, Sigit Dany Setiyono menyebutkan, upaya tim ahli dari Pertamina untuk memadamkan api menggunakan foam juga belum berhasil. Bahkan saat uji coba hari pertama penyemprotan foam ke mulut sumur justru membuat api semakin membesar, sehingga tim berupaya melakukan perbaikan dan melakukan ujicoba yang kedua kalinya. 

Tim gabungan yang terdiri dari TNI  POLRI, Manggala Agni, BPBD, Pemprov dan Pemkab Batanghari, Pertamina dan perusahaan di sekitar lokasi kebakaran telah menyiapkan berbagai infrastruktur untuk mencegah api tidak meluas. Termasuk dengan membangun tanggul untuk perlindungan petugas pemadam, yang sejauh ini tidak bisa mendekat ke sumber semburan. " Sejauh ini memang belum dapat memadamkan sumber api, namun upaya tetap dilaksanakan tim terpadu dan tim teknis Pertamina  masih berjuang di lokasi. Hari ini rencananya hari ke dia tahapan persiapan pamdaman. Yang sebelumnya hari pertama diupayakan pemadaman menggunakan foam. Foam ini sejenis bahan kimia untuk memadamkan api, tapi kemarin saat simulasi dengan menembakkan foam ke semburan, ternyata api justru membesar. Ini jadi tantangan tersendiri, selain tantangan alam, akses yang terbatas, juga situasi hujan, "ujar Kombes. Pol, Sigit Dany Setiyono , Rabu (13/10/2021). " Petugas memang tidak bisa mendekat ke sumber semburan api. Jarak petugas dengan sumber semburan 40 meter , " tambahnya. 

Sementara terkait penegakan hukum dalam kasus kebakaran sumur minyak ilegal tersebut, Kombes. Pol, Sigit Dany Setiyono, polisi masih terus melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap orang-orang yang diduga terlibat dalam kebakaran tersebut. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00