Pedagang Yang Berjualan di Trotoar Akan di Relokasi

KBRN, Sungai Penuh: Dalam upaya menata Kota Sungai Penuh pada sektor perdagangan khususnya di kawasan pasar tradisional Tanjung Bajure Kota Sungai Penuh, Tim Satgas yang terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), Dinas Perhubungan serta Dinas Lingkungan Hidup bersinergi untuk menata kembali sejumlah pedagang yang menempati lapak diluar ketentuan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdaganagnan Kota Sungai Penuh Harianto kepada rri.co.id,kamis (22/07/2021) mengatakan, dalam penataan ulang pasar Tanjung Bajure ini, ada beberapa ketentuan yang akan diterapkan bagi para pedagang yang menggunakan trotoar serta badan jalan.

“Kami saat ini tengah melakukan pendataan serta mensosialisasikan kepada para pedagang yang akan dilakukan relokasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Satpol-PP Kota Sungai Penuh Erizal Risman mengatakan, untuk menertibkan aktivitas perdagangan di pasar Tanjung Bajure tersebut, pihaknya akan menegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 02 Tahun 2013 tentang ketertiban umum di kawasan Jl. M. Yamin pasar Tanjung Bajure, untuk mengembalikan kembali fungsi jalan dan trotoar yang yang selama ini digunakan oleh pedagang kaki lima dan pertokoan.

“Kita akan fungsikan kembali trotoar untuk pejalan kaki, dan jalan agat tidak terjadi macet, padang akan kita tertibakan berdasarkan perda,” jelas Erizal Risman.

Untuk diketahui, dalam penataan kembali pasar Tanjung Bajure, Pemerintah Kota Sungai Penuh juga menurunkan alat berat yang dimanfaatkan untuk membantu membersihkan tumpukan sampah, yang selama ini menjadi salah satu penyebab kawasan pasar terkesan kumuh.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00