DJP Tegaskan Sembako di Pasar Tradisional Tak Dikenakan PPN

Direktur Humas P2 DJP Neilmadrin Noor

KBRN, Jambi : Pihak Direktorat Jenderal  Pajak  (DJP) menegaskan bahwa rencana pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk sembako hanya dilakukan pada sembako premium.  Sedangkan sembako yang dijual di pasar-pasar tradisional tidak dikenakan PPN. Hal itu disampaikan Direktur P2 Humas DJP Neilmadrin Noor dalam Media Briefing yang berlangsung secara virtual hari ini.

Menurutnya, tidak semua sembako akan dikenakan PPN, dan akan ada pembedaan sembako yang akan dikenakan PPN, yaitu sembako-sembako premium.  Besaran PPN yang akan dikenakan pada sembako premium nantinya juga masih dalam proses pembahasan. " Bahwa ini akan ada pembedaan, terkait dengan pengaturan, misalnya barang-barang kebutuhan pokok yang dijual di pasar tradisional, ini tentunya tidak  dikenakan PPN. Akan berbeda ketika sembako ini sifatnya premium

, "ujar Neilmadrin Noor, Senin (14/6/2021).

Sedangkan untuk PPN pendidikan,  sirinya mengungkapkan bahwa PPN hanya akan dikenakan pada pendidikan komersil yang mengutip iuran atau biaya pendidikan dalam jumlah tertentu. Sedangkan untuk sekolah-sekolah negeri ataupun jasa pendidikan yang  bersifat sosial, kemanusiaan ataupun diakses masyarakat banyak, tidak dikenakan PPN.

Neilmadrin Noor menjelaskan bahwa perluasan pengenaan PPN tersebut merupakan bagian dalam perbaikan penarikan pajak yang sedang dilakukan. Mengingat, selama ini fasilitas pajak yang diberikan pemerintah masih belum tepat sasaran, sehingga dilakukan berbagai perbaikan.   Namun dirinya memastikan bahwa pemerintah tidak akan mengeluarkan kebijakan yang menyengsarakan masyarakat kecil. Sebaliknya kebijakan PPN Multi tarif yang didalamnya mencakup perluasan pengenaan PPN dilakukan bertujuan untuk menciptakan keadilan bagi seluruh masyarakat, khususnya masyarakat golongan menengah kebawah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00