Tingkat Hunian Hotel Turun Signifikan Pasca Pemberlakuan Pelarangan Mudik

PHRI Pokja Kota Jambi Dedi

KBRN;Jambi. Pembelakuan pelarangan mudik hingga dilakukan penyekatan disejumlah pintu masuk ke provinsi Jambi berdampak signifikan terhadap dunia pariwisata terutama perihal tingkat hunian kamar hotel di kota Jambi.

Ketua PHRI pokja kota Jambi Dedi menyebutkan, dunia pariwisata mengalami kesedihan mendalam, bagaimana tidak moment libur lebaran yang kerap menjadi ladang rejeki untuk peningkatan hunian hotel dari arus lalu lintas orang yang melakukan perjalanan mudik melewati Jambi, kini sebaliknya terjadi penurunan drastis hingga dibawah angka 20 persen.

“ jauh turun dibawah angka 20 persen, biasa hotel-hotel di pingir kota menjadi tempat transit dari Medan ke Jawa, atau ke Pekanbaru sekranag sepi penyekatan dna pembatasan penerbangan berpengaruh , okupansi rata-rata dibawah 20 persen sama dengan tahun 2020 awal covid 19 melanda, “ kata Dedi kepada RRI, Senin ( 17/5/2021).

Meski begitu pihaknya optimis, seiring berakhirnya penyekatan mudik 17 Mei dan beberapa aktivitas sekolah serta perkantoran termasuk dibukanya objek wisata dunia pariwisata kembali menggeliat dan tingkat hunian kembali meningkat.

“ arus lalu lintas sudah bisa berjalan, tidak ada penyekatan dan tempat wisata kembali dibuka maka gairah masyarakat ingin hiburan ini mempengaruhi tingkat hunian, “ ungkapnya.

Diakui Dedi, diwaktu normal tingkat hunian pada momen hari raya idul fitri bisa mencapai 40 hingga 50 persen.

“kita berharap pandemic covid 19 bisa segera berakhir, kasus konfrimasi di provinsi jambi bisa ditekan,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00