Lakukan Intensifikasi Pangan, Loka POM Sungai Penuh Temukan Makanan Tak Layak Konsumsi

KBRN, Sungai Penuh: Dalam rangka untuk melindungi masyarakat dari peredaran produk pangan olahan yang tidak memenuhi ketentuan, khususnya selama Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah, Loka POM Sungai Penuh melakukan intensifikasi pangan terhadap pangan olahan  pada sejumlah mini market dan pertokoan yang berada di wilayah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.

Kepala Loka POM Sungai Penuh Tessi Mulyani mengatakan, kegiatan intensifikasi pangan ini dilaksanakan selama 6 minggu yakni terhitung sejak satu minggu jelang Ramdhan hingga satu minggu pasca Hari Raya Idul Fitri.

“Target intensifikasi pangan ini Kita Fokuskan pada pangan olahan yang tidak memiliki izin edar, kadarluasa, rusak disarana ritel dan distribusi pangan,” jelas Tessi Mulyani, Jum’at (07/05/2021).

Saat disinggung terkait adakah temuan yang didapat saat melakukan intensifikasi pangan, Tessi Mulyani menyebutkan, sejauh ini  temuan yang di dapat yakni adanya makanan olahan yang kadarluasa serta terdapat kemasan yang rusak.

“kita menemukan ada beberapa makanan olahan yang sudah tidak layak konsumsi, seperti susu, roti, minuman kaleng dan beberapa jenis makanan lainnya,” tambahnya.

Untuk Itu ia berharap, agar seluruh sarana distribusi dan ritel selalu menjual produk yang memenuhi ketentuan. Demikian juga konsumen agar menjadi konsumen cerdas dengan selalu mengingat CEK KLIK yakni Mengecek Kemasan, Label, Izin edar dan Kadaluwarsa sebelum membeli dan mengkonsumsi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00