87 Hektar Sawah di Sungai Penuh Alami Puso

KBRN, Sungai Penuh: Curah hujan yang cukup tinggi yang terjadi diawal tahun 2021, mengakibatkan ratusan hektar lahan persawahan di Kota Sungai Penuh terkena banjir, bahkan akibat banjir tersebut puluhan hektar sawah mengalami puso atau gagal panen.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kota Sungai Penuh melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Maipendri menjelaskan, pada tahun 2021 ini Kota Sungai Penuh memiliki sasaran tanam seluas 860 hektar dengan perkiraan lahan panen sebesar 95 persen. Akan tetapi karena pada awal tahun 2021 terjadi curah hujan yang cukup tinggi, sehingga sebanyak 241 hektar sawah terkena banjir, sementara dari 241 hektar tersebut 87 hektar diantaranya mengalami puso atau gagal panen.

“Luasan lahan yang mengalami gagal panen ini tersebar di lima kecamatan yakni kecamatan Sungai Penuh seluas 5 hektar, Pondok Tinggi 7 hektar, Hamparan Rawang 54 hektar, Kumun Debai 7 hektar dan kecamatan Tanah Kampung 14 hektar,” jelas Maipendri, Kamis (08/04/2021).

Ia menyebutkan, untuk mengantisipasi terjadinya gagal panen, Dirjen Pertanian Kementrian Pertanian RI telah meluncurkan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang selama ini sudah di sosialisasikan kepada para petani, namun sayangnya hingga saat ini belum ada satupun petani di Kota Sungai Penuh yang mengikuti program AUTP tersebut, padahal program ini sangat membantu petani jika mengalami gagal panen akibat banjir.

“Untuk itu kedepan kami berharap kepada para petani yang berada di daerah rawan banjir agar bisa mengikuti program AUTP tersebut,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00