Puasa Arafah 2022 Mulai 9 Juli, Inilah Keutamaannya

KBRN, Sungai Penuh : Puasa arafah adalah puasa sunnah muakkad yang dilaksanakan pada hari arafah yang bertepatan pada tanggal 9 Dzulhijjah. 

Puasa ini memiliki keutamaan yang besar di dalamnya. Sehingga pelaksanaannya sangat dianjurkan oleh para ulama bagi para umat muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Di tahun 2022, tanggal 9 Dzulhijjah bertepatan pada tanggal 9 Juli 2022. Hal ini diketahui berdasarkan hasil sidang isbat yang dilaksanakan pada 29 Juni 2022 lalu, dimana tanggal 1 Dzulhijjah jatuh pada Jum'at, 1 Juli 2022.

9 Dzulhijjah merupakan hari kedua dalam rangkaian ritual ibadah haji. Sehingga umat muslim yang sedang melaksanakan ibadah haji disunahkan untuk tidak berpuasa pada hari arafah. 

Hal ini karena Rasulullah SAW dan para sahabatnya, termasuk Abu Bakar Ash-Shidiq, Umar bin Khattab, dan Utsman bin Affan tidak berpuasa Arafah ketika menunaikan haji. 

Kecuali bagi jemaah haji yang berhaji Tamattu’ dan tidak mendapatkan hadyu ataupun dam, maka boleh baginya berpuasa di hari Arafah dan hari-hari Tasyrik.

Keutamaan puasa arafah dijelaskan dalam Riwayat Muslim, "Puasa hari arafah dapat menghapus dosa dua tahun yang lalu dan akan datang, dan puasa Asyura (tanggal 10 Muharram) menghapus dosa setahun yang lalu," (HR Muslim).

Mayoritas ulama sepakat bahwa dosa yang dihapus oleh amalan puasa Arafah 9 Dzulhijjah ini adalah disa kecil. Selain itu, Imam An-nawawi dalam Syarah Sahih Muslim menjelaskan.

"Demikian juga ‘Puasa hari Arafah 9 Dzulhijjah menjadi kafarah (dosa) dua tahun, dan hari Asyura menjadi kafarah (dosa) setahun. Bila seruan aminnya berbarengan dengan 'amin' para malaikat, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu."

"Jawaban yang dikedepankan para ulama adalah bahwa setiap satu dari dari semua amal yang tersebut itu layak menjadi kafarah. Jika terdapat dosa kecil yang mesti dihapus, maka amal itu akan menghapusnya."

"Tapi jika tidak berhadapan dengan dosa kecil tapi tidak dosa besar, maka amal itu akan jadi catatan kebaikan dan mengangkat derajatnya. Jika amal ibadah itu berhadapan dengan satu atau sekian dosa besar dan tidak dosa kecil, kita berharap amal ibadah itu dapat meringankan siksa atas dosa besar tesebut. Wallahu a’lam." (Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar