Memutus Rantai Pendidikan AUD Ala Kolonial Di Masa Milenial

KBRN,Jambi : Sejak dini pada anak usia dini hendaknya sudah mulai di tanamkan rasa percaya diri, agar anak terlatih untuk terampil dan berani menyampaikan apa yang dirasakan dan yang akan disampaikan nya kepada khalayak dilingkungannya.

Pendidikan di era milenial ini, sudah meminimalisasikan terjadinya kekerasan dan perlakuan yang tidak baik kepada anak, bahkan orang tua hendaknya harus selalu mendukung apapun yang menjadi bakat dan minat anak, hal ini agar dapat menumbuhkan rasa percaya dirinya, memupuk pertumbuhan dan perkembangannya, tentu saja mendidik, membimbing serta membina anak harus penuh dengan kelembutan dan kasih sayang, itulah pendidikan era milenial untuk anak.

Bahkan Dalam kalimat parenting ala sayyidina ali bin abi thalib RA menyebutkan 

“Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian”ujarnya, Minggu (26/06/2022).

inilah tantangan para ayahanda dan ibunda serta guru PAUD dalam memutuskan mata rantai pendidikan yang kolonial di masa milenial.

Dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, pada masa kini tantangan mendidik anak dengan kelembutan dan kasih sayang, tentu menjadi hal yang sangat dibutuhkan oleh anak, agar mereka memiliki kenangan indah dimasa kecilnya, yakni masa yang ada satu kali selama hidupnya.

Bak dalam tunjuk ajar pantun Tenas Effendy menyebutkan bahwa 

“Durhaka Anak Karena Ibunya 

Binasa Anak Karena Bapaknya 

Celaka Anak Karena Kaumnya

Larat Anak Karena Sekampungnya

Kalau Anak Tidak Dipinak

Hutang Bertambah Marwah Tercampak

Kaum Binasa Bangsa Pun Rusak 

Dunia Akhirat Beban Di Bawak”. 

Bahwa dari ini kita belajar, orangtua adalah pengemudi arah dari lingkungan tempat hidup anak, sehingga perlu mendidik anak dengan era yang berbeda dengan ilmu pendidikan sama baiknya yakni mengenalkan hal-hal yang baik,melatih rasa percaya dirinya, menanamkan ilmu agama, dan pembiasaan berbudi pekerti yang baik pada anak sehingga dalam masa tumbuhnya anak dapat menjaga, menjunjung tinggi serta mampu melaksanakan ajaran yang baik pula di era milenial ini, akhirnya menjadi harapan terciptanya generasi bangsa yang baik dan berguna bagi Agama nusa bangsa serta negara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar