Penguatan Pembelajaran Sejarah Jalur Rempah Mendukung Pengusulan Warisan Budaya Dunia ke Unesco

KBRN, Jakarta : Salah satu syarat dalam pengajuan Jalur Rempah sebagai nominasi Warisan Budaya Dunia ke UNESCO adalah bahwa sejarah tentang rempah-rempah harus menjadi kriteria nilai universal yang luar biasa atau outstanding universal value.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Penelitan dan Pengembangan (Balitbang) dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Totok Suprayitno menyatakan, dalam hal ini, pemahaman tentang sejarah Jalur Rempah harus hidup di tengah masyarakat.

“Salah satu cara terbaik untuk menghidupkan memori dan makna penting Jalur Rempah adalah melalui pendidikan,” ujar Totok di Jakarta, Jumat (2/10/2020) lalu.

Karena itu, lanjut Totok, pemerintah bersama dengan para sejarawan, guru sejarah, dan komunitas sejarah perlu bekerja sama membangun narasi yang kuat mengenai sejarah Jalur Rempah.

Narasi tersebut nantinya oleh para guru sejarah diinternalisasikan kepada peserta didik melalui pembelajaran. “Ini adalah salah satu momen dimana kebijakan pendidikan dan kebudayaan dapat berpadu,” katanya.

"Balitbang dan Perbukuan khususnya Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan (Puslitkjak) Kemendikbud, berkomitmen mendukung proses nominasi ini melalui kegiatan penelitian dan kajian seperti yang sudah berjalan selama ini," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00