AKSILARASI Labuan Bajo 2020 Merawat Ingatan Merayakan Peradaban

KBRN, Jakarta : Amanah Presiden Republik Indonesia pada awal pembentukan Kementerian Parwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata Ekonomi Kreatif yakni agar ekonomi kreatif dapat dirasakan oleh masyarakat di daerah. 

Merespon hal tersebut Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif melalui Direktorat Industri Kreatif Musik, Seni Pertunjukan dan Penerbitan menggagas program AKSILARASI. AKSILARASI sebagai akronim dari Aksi, Selaras dan Sinergi merupakan sebuah program pendampingan yang mementingkan keterhubungan pemerintah pusat dan daerah. 

Labuan Bajo sendiri dipilih menjadi lokus kegiatan AKSILARASI karena Labuan Bajo telah ditetapkan sebagai destinasi super prioritas oleh pemerintah pusat. Demikian pula Labuan Bajo memiliki keunggulan menjadi pintu gerbang menuju kawasan Taman Nasional Komodo yang memiliki dua status level dunia, yaitu sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO dan Man Biosphere Reserve (Cagar Biosfer). Selain itu, Labuan Bajo ‘Labuhan Bangsa-Bangsa’ di Manggarai Barat ini memiliki keragaman budaya, kekayaan seni tradisi, dan komunitas kreatif yang mendukung pelestarian baik alam maupun budaya. 

Direktur Musik Seni Pertunjukan dan Penerbitan, Mohammad Amin mengatakanbahwa kegiatan pendampingan program AKSILARASI sudah dimulai sejak bulan September 2020. 

“Pada tanggal 19 November kita akan adakan uji publik secara daring agar karya-karya tersebut dapat dinikmati sekaligus kami mengundang penangap karya untuk memberikan masukan konstruktif terhadap produk yang dihasilkan,”ujar Amin.

Kegiatan AKSILARASI di Labuan Bajo juga didukung penuh oleh Badan Otorita Labuan Bajo Flores (BOP LBF), Kemenparekraf/Baparekraf. Direktur Utama BOP LBF, Shana Fatina menyatakan bahwa dirinya dan jajarannya mendukung penuh kegiatan AKSILARASI. 

“Ke depan pemerintah hadir untuk menjaga ekosistem ini tumbuh,” ujar Shana Fatina didampingi Ivan Nestorman tim kreatif musik.

Tiga produk, Sompo, Flores Human Orchestra, dan Labuan Bajo World Band. Semua berasal dari tradisi apalagi Flores terkenal punya singing society seperti yang ditulis Jaap Kunst tahun 1940an, karya ini punya pesan. Karya Sompo itu artinya menandu, kita menandu pariwisata premium di Labuan Bajo dengan gotong royong.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00