Perempuan Tani HKTI Tanam Pohon Serentak Secara Virtual

Ketua Umum HKTI, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko bakal menyaksikan kegiatan Tanam Pohon Serentak Perempuan Tani HKTI
Perempuan Tani HKTI akan Tanam Pohon Serentak Secara Virtual

KBRN, Jakarta: Perempuan Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (Perempuan Tani HKTI) akan menanam pohon secara serentak yang disebut untuk mendukung pemerintah dalam program Ketahanan Pangan Rumah Tangga.

Menurut Ketua Umum Perempuan Tani HKTI, Dian Novita Susanto "dengan memanfaatkan lahan kosong dan pekarangan rumah itu dapat mengurangi krisis pangan dalam rumah tangga, mengingat pendapatan para ibu-ibu juga yang masa pandemi ini jauh menurun".

“Misalkan para perempuan dapat menanam sayur mayur dengan menggunakan pot, mudah dan biaya yang terjangkau dengan mendapat manfaat yang luar biasa,” tambah Dian dalam keterangan tertulis yang diterima Radio Republik Indonesia pada Sabtu  (14/11).

Penanaman pohon serentak secara virtual yang akan berlangsung pada hari Rabu 18 Nopember 2020 mendatang ini akan diikuti seluruh cabang Perempuan Tani HKTI se-Indonesia. Kegiatan ini berlangsung berkat kerjasama Perempuan Tani HKTI, Perhimpunan Ikatan Tionghoa (INTI), Kementerian Pertanian dan Telkom Indonesia.

Sebanyak 10 cabang Dewan Pimpinan Provinsi , yakni Kepulauan Riau, Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Sulawesi Utara, dan Gorontalo terlibat dalam penanaman pohon yang akan disaksikan langsung oleh Ketua Umum HKTI, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko dan sejumlah pejabat lainnya

“Kegiatan ini disaksikan oleh pak Moeldoko, Sekjen HKTI pak Bambang Budi Waluyo, Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang, Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto, Wagub Banten, Andika Hazrumy, Bupati n Walikota 8 wilayah Kab Kota. Sealin itu juga Ketum Perhimpunan INTI, dari Telkom Indonesia dan Bank Rakyat Indonesia,” ujar Dian.

Kegiatan ini menurutnya untuk mengingatkan kembali dari data Food and Agriculture Organization (FAO) pernah membeberkan seluruh negara di dunia bahwa pandemi Covid-19 ini dapat mengancam ketahanan pangan, dan memunculkan krisis pangan baru.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan potensi terjadinya kenaikan harga pangan pada November-Desember 2020 juga dapat menyebabkan laju inflasi tinggi.

Diketahui, potensi terjadinya kenaikan harga pangan pada November-Desember 2020 yang dapat menyebabkan laju inflasi tinggi. Pasokan sejumlah komoditas pangan sudah mengalami hambatan karena produksi terganggu oleh cuaca buruk.

Sebelumnya juga BPS mencatat kenaikan harga cabai merah, bawang merah dan minyak goreng menjadi penyebab terjadinya inflasi pada Oktober 2020 sebesar 0,07 persen.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00