PP Pertina Salut Hengky Silatang Bangun HS Boxing Camp

KBRN, Jakarta : Cikal bakal menjadi atlet hingga ketitik puncaknya dengan meraih medali, berawal dari tempat latihan, inilah yang dibuktikan oleh Hengki Silatang mendirikan HS Boxing Camp di Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/8/20).

Menurut Hengki Silatang yang juga menjabat Ketua Pengprov Pertina DKI Jakarta, tidak satupun pelaku olahraga secara tiba-tiba menjadi atlet dan meraih prestasi tanpa melalui klub atau sasana.

"HS Boxing Camp kami bangun untuk melahirkan petinju amatir hingga pro, yang nantinya akan mengisi ruang PP Pertina agar tidak kekurangan petinju,"ucap Hengky Silatang. 

Ditempat yang sama, Ketua Umum PP Pertina Irjen Pol Johni Asadoma kagum dan bangga terhadap Hengky Silatang lantaran tidak semua orang mampu membangun sasana, terlebih saat pandemi Covid-19

"Kami salut dengan gagasan Hengky Silatang yang membangun HS Boxing Camp di Ciseeng ini, sementara Pertina pun belum memiliki sasana, sedangkan cabor lain seperti pencak silat punya padepokan silat di TMII, Judo di Ciloto yang kami sempat berlatih disana, nantinya ini bisa dijadikan tempat pelatnas."ujar Johni mantan petinju serta Olimpian saat membuka resmi HS Boxing Camp di Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/8/20).

Sementara mantan juara dunia kelas terbang mini versi IBF, Nico Thomas asal kota Ambon yang pernah mengalahkan Samuth Sithnaruepol dengan kemenangan angka di Jakarta, 17 Juni 1989 lalu memotivator para petinju DKI Jakarta yang akan mengikuti PON Papua, untuk disiplin tidak diselipin.

"Disiplin ilmu saat ini sangat penting bagi petinju karena disiplin langkah besar menjadi juara, dan tidak diselipin artinya petinju jangan terlena saat tidur, kami pun yang sudah pensiun ini tetap bangun pagi dan berlatih,"kata Nico yang didampingi juara dunia pertama dari Indonesia Ellyas Pical putera daerah/anak negeri Ullath, Saparua, Maluku.

Tidak ketinggalan Olimpian pejudo Krisna Bayu yang memiliki sederet prestasi, juga berharap kepada petinju-petinju DKI Jakarta bukan hanya berjalan di PON namun berupaya meraih tiket ke Olimpiade. 

"Saya banyak kekurangan yakni memiliki penyakit epilepsi, namun saya bangkit, saya masuk Dojo saat kelas V SD, sampai SMP saya termotivasi dengan prestasi anak dari pelatih dan promotor tinju Daniel Bahari yakni Pino Bahari mantan petinju amatir Indonesia, peraih medali emas kelas menengah Asian Games 1990 di Beijing, Republik Rakyat Tiongkok, saya berlatih setiap hari 9 Jam, namun saat ini durasi tersebut tidak cocok dengan sport science yang hanya membolehkan 7 jam, jadi saya berharap kalian petinju petinju ini dapat mencontohkan yang seniornya dan harus mampu tampil di Olimpiade."kata Bayu yang juga Ketua Umum Sambo, (PP Persambi).

Dalam peresmian HS Boxing Camp Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dihadiri pelatih dari Pertina Jakarta Pusat Rafael, Pangaribuan, Pertina Jakarta Utara Nana Suhana, Pertina Jakarta Barat Hasan Bagor, Pertina Jakarta Selatan Bernard Lahindo, Pertina Jakarta Timur Kris Wuritimur, Dirgantara Mabes TNI AU Adrianus Manopo, pengurus Pertina Jakarta Timur, Erik van Enst, mantan petinju kelas bantam tahun 80-an. Ferry Moniaga, guru penataran pelatih, mantan juara dunia bulutangkis Icuk Sugiarto, mantan juara Asia kelas welter Frans van Bronskhorst. Sekjen PP Pertina, KBP Saidal Mursalin, Bidang Binpres PP Pertina Wolter Rumsory. mantan promotor terkenal Raja Sapta Oktohari, yang juga Ketua Umum NOC, promotor Syaripudin Lado, promotor Wilem Lodjor, promotor Vicky Permana Putra, Presdir Mahkota Promotion, Gustiantira Alandy, juara IBA junior welterweight Daud Yordan, Segenap pengurus Pengprov Pertina DKI Jakarta diantaranya Enrico Bahar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00