Pantai Anyer Aman Dikunjungi

KBRN, Jakarta: Sudah tiga bulan tsunami Selat Sunda berlalu. Pasca musibah yang terjadi 22 Desember 2018 silam itu, Selat Sunda kini dinyatakan aman untuk dikunjungi.

Menurut Menteri Arief Yahya, hingga saat ini, masih banyak wisatawan yang takut untuk berwisata ke pantai di Banten lantaran peristiwa tsunami yang disebabkan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau. Padahal, pantai-pantai di Banten seperti Tanjung Lesung, Carita dan Anyer, sudah aman. 

"Status Gunung Anak Krakatau saat ini waspada level dua, tapi itu hanya terjadi di kawah gunung, radiusnya dua kilometer, padahal jarak dari Krakatau ke pantai jauhnya 50 kilometer," kata Arief, saat menghadiri resepsi HUT Kabupaten Pandeglang ke-145, di Alun-alun Pandeglang, Senin (1/4/2019). 

”Atas nama masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Banten dan Lampung, dengan ini saya menyatakan kawasan Selat Sunda sudah aman dikunjungi,” tambahnya.

Lokasi Gunung Anak Krakatau yang jauh dari pantai, kata dia, tidak akan terdampak terhadap wisatawan, baik yang berkunjung ke pantai-pantai di Pandeglang maupun di Serang dan Cilegon. 

"Tadi saya dari Serang ke Anyer sama sekali tidak terdampak, apalagi Anyer jaraknya lebih jauh lagi dari Gunung Anak Krakatau," ujar dia. 

Dalam kesempatan itu, Menpar kembali menegaskan update industri pariwisata yang tahun 2019 ini diproyeksikan sebagai penghasil devisa terbesar yakni 17,6 Miliar Dollar Amerika Serikat.

"Tahun 2019 oleh rekan rekan tim dari Kemenpar dan Bank Indonesia menyebut pendapatan devisa diproyeksikan mencapai 17,6 miliar dollar Amerika Serikat. Ketika itulah  pariwisata akan menjadi penghasil devisa,"ujar Menpar.

Lantas berapa yang diharapkan pemerintah dari Tanjung Lesung yang diawal sudah dideklarasikan mampu mendatangkan 1 juta turis mancanegara.

"Saya mengajukan personal garansi kepada Pak Presiden Joko Widodo kalau dari Serang sampai Panimbang dibuat jalan tol, Tanjung Lesung saya janjikan akan ada devisa setara dengan 1 Miliar Dollar Amerika Serikat atau setara dengan Rp 14 trilyun,"pungkas Menpar Arief.

Kementerian Pariwisata menyebut ada sejumlah program untuk memulihkan kembali pariwisata di presisir Banten. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00