493 Pelajar Terpilih Raih Beasiswa Sharing The Dream

KBRN, Jakarta : SCG, perusahaan terkemuka di ASEAN, menyerahkan beasiswa Sharing The Dream secara hybrid untuk 493 pelajar terpilih, (123 pelajar hadir secara offline dan 370 secara online) kategori SMA/sederajat dan mahasiswa S1.

Acara ini menjadi momen inaugurasi usai serangkaian proses seleksi beasiswa yang diikuti lebih dari 1.200 pendaftar berdomisili di Jakarta, Bogor, Tangerang Selatan, Karawang, Sukabumi, Lebak, dan Bekasi.

Country Director SCG di Indonesia, Warit Jintanawan menyatakan tahun ini juga menandai perjalanan 10 tahun SCG berkontribusi bagi kemajuan pendidikan Indonesia.

"Tercatat program ini sudah menyalurkan lebih dari 3.570 beasiswa untuk pelajar Indonesia, dan menyerap dana sebesar 17 miliar rupiah, melingkupi dana pendidikan dan program pengembangan," ujar Warit di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (10/8/2022).

Menurut Warit, ini merupakan komitmen SCG dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan, sekaligus implementasi dari nilai ESG 4 Plus (Environmental, Social, and Governance).

Pihaknya mendorong para scholars (penerima beasiswa) untuk terjun langsung ke masyarakat, melihat masalah di sekitarnya, dan berdialog untuk mencari solusi.

"Pola pikir kritis, kesadaran, dan pembentukan karakter generasi muda merupakan sasaran dampak dari program ini," kata Warit.

Adapun sasaran tersebut sejalan dengan gagasan Merdeka Belajar dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi yang mendorong pelajar untuk merdeka dalam berpikir dan mengoptimalkan potensi sesuai minat dan bakatnya.

“Kami berharap SCG Sharing The Dream dapat lebih berdampak dan strategis dalam mendukung pemerintah menuntaskan masalah pendidikan, serta kesenjangan sosial di masyarakat, sejalan dengan kampanye ESG 4 Plus kami di Indonesia,” ucap President Director PT. SCG Indonesia, Chakkapong Yingwattanathaworn.

Selain biaya pendidikan, SCG juga akan mendukung tiga (3) proyek sosial terpilih dari scholars, salah satunya proyek Pemanfaatan Limbah Organik Sebagai Budidaya Maggot oleh Elsa Nopiyanti, mahasiswi Institut Pertanian Bogor.

Menurut Elsa, hasil ternak maggot bermanfaat sebagai pakan hewan ternak seperti unggas, serta bermanfaat juga sebagai pupuk organik sehingga membantu peternak dan petani dalam menghemat biaya.

“Proyek sosial yang saya ajukan mengadaptasi ekonomi sirkular yang juga diterapkan SCG. Menurut saya, ESG itu prinsip/standar perusahaan yang menyatukan lingkungan, sosial, dan tata kelolanya agar kegiatan bisnis dapat memberikan dampak berkelanjutan," tutur Elsa.

"Maka dari itu, saya mengaplikasikan prinsip-prinsip tersebut pada proyek saya agar bisa bermanfaat secara berkelanjutan,” tambah Elsa.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar