Bangun Produktivitas Pertanian Melalui READSI dan Kostratani

KBRN, Jakarta : Sulawesi Tengah makin gencar menaikan produktivitas dan kualitas pertaniannya. Formulasinya melalui mix program Rural Empowerment Agricultural and Development Scaling Up Initiative (READSI) Kementan dan Kostratani. Menaikkan kompetensi stakeholder pertanian, program pelatihan masif pun diberikan 21-27 Juni 2021.

"Peningkatan kompetensi sumber daya pertanian (SDM) menjadi hal mutlak yang harus dilakukan. Bagaimanapun, pertanian menempatkan penyuluh sebagai ujung tombak peningkatan produktivitas dan kualitas. Apalagi, pertanian harus mengikuti perkembangan zaman, memanfaatkan sains, dan riset kuat," ungkap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Menguatkan kompetensi SDM, program Pelatihan Penyuluh Pendamping Program READSI untuk Angkatan I/2021 digulirkan di Palu, Sulawesi Tengah, 21-27 Juni 2021. Mereka yang dilatih adalah para Penyuluh Pendamping program READSI. Zonasi kerjanya berada pada wilayah Poso dan Tolitoli. Openingnya dilakukan pada Senin (21/6) oleh Kepala Dinas Pertanian Sulawesi Tengah Trie Iriany Lamakampali.

"Keterlibatan semua elemen pertanian sangat diperlukan untuk menaikan produktivitas dan kualitas. Untuk mencapai pertanian yang Maju, Mandiri dan Modern dibutuhkan sosok penyuluh yang pintar, gesit, dan cerdas, karena problem sektor ini semakin kompleks," terang Dedi.

"Upaya peningkatan kompetensi SDM para penyuluh akan terus dilakukan. Sebab, petani sejahtera harus segera diwujudkan. Melalui sinergi program antara READSI dan Kostratani tentu semuanya akan semkain optimal," jelas Dedi. 

READSI Kementan sejauh ini efektif sebagai pendorong produktivitas dan kesejahteraan petani. Menjadi pilar terciptanya ketahanan pangan lokal dan nasional, READSI digulirkan di 6 provinsi dan 18 kota/kabupaten, termasuk 342 desa. 

“Pada kesempatan kali ini merupakan Pelatihan Penyegaran Manajemen Kostratani Angkatan I dan II dari Kab. Poso dan Tolitoli yang akan dilaksanakan selama 7 hari. Dengan adanya Program READSI, Penyuluh di Provinsi Sulawesi Tengah terus ditingkatkan pengetahuannya, dimana dengan harapan petani nya bisa lebih maju, mandiri dan modern," kata Kepala Dinas Pertanian Sulawesi Tengah Trie Iriany Lamakampali.

Sementara, Manajer READSI Provinsi Sulawesi Tengah Mahrudin menuturkan bahwa pelatihan kali ini menyelaraskan kegiatan READSI pada tahun 2021 dengan Kebijakan Program Kostratani. “Utamanya sosialisasi kegiatan READSI di 2021, tidak ketinggalan kami juga terus tingkatkan Penyuluh kami tentang Kebijakan Kostratani, Kostratani sebagai sumber informasi sampai Melaksanakan peran Kostratani sebagai Pusat Gerakan Pembangunan Pertanian di Provinsi Sulteng, khusunya daerah sasaran Program READSI," tegas Mahrudin.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00