FOKUS: #PEMBELAJARAN ERA PANDEMI

READSI Bikin Petani Milenial Semangat Kembali

KBRN, Jakarta : Program Rural Empowerment Agricultural Development Scaling Up Initiative (READSI) yang dijalankan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, mendapatkan sambutan positif dari petani milenial di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

READSI adalah program yang  mendukung pertanian melalui kegiatan pelatihan serta peningkatan keterampilan bagi petani di wilayah program. READSI hadir di 342 desa di 18 Kabupaten serta  tersebar di 6 Provinsi.

Menurut Susanti, petani milenial dari Kelompok Tani Salukaluku, Desa Tallang Bulawang, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, penjelasan yang disampaikan dalam READSI sangat membantu.

"Semua menjelaskan tentang kakao. Materi yang dijelaskan pun bisa diterima dengan baik dan mudah dipahami. Ini menjadi pembakar semangat saya untuk mengajarkan ke petani yang lain di kampung saya, " kata wanita berparas manis itu. . 

"Alhamdulillah ada program READSI ini. Petani jadi ada pilihan untuk bangkit ikut program READSI menanam Kakao. Oleh karena itu juga, kami bentuk lagi kelompok tani. Kita ajak petani untuk menanam kembali. Ada juga pembagian bibit kakao, semuanya juga difasilitasi, alat-alatnya pun dikasih, pupuknya juga dikasih. Dan sekarang orang mulai menanam kakao kembali. Ibarat cahaya terang di kampung kami," tuturnya.

Susanti menambahkan, hasil yang didapat pun lumayan bagus. Bahkan juga bisa mengangkat pendapatan masyarakat. 

"Namun tanah di sana masam sekali. Karena itu kami berterima kasih kepada READSI yang membantu alat supaya bisa di test tanahnya, kadar kapurnya. Sehingga pertanian di tempat kami maksimal dan kami bisa fokus kembali menanam Kakao, " katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan READSI bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian.

"Dalam kondisi pandemi Covid-19, peningkatan produktivitas sangat penting. Oleh karena, program-program yang kita jalankan diharapkan bisa memberikan imbas positif untuk peningkatan produktivitas, termasuk ketahanan pangan," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00