Kinerja Pertamina Turun, Ini Penyebabnya

KBRN, Jakarta : Anggota Komisi VI DPR RI Ramson Siagian berpendapat bahwa kinerja Pertamina pada semester pertama 2020 memang menurun. Pada semester tersebut, BUMN tersebut juga mengalami kerugian sekitar 11 triliun. 

Tetapi menurut Ramson setidaknya ada tiga faktor yang melatarbelakangi kinerja Pertamina anjlok di awal tahun ini. Pertama, terjadinya pandemi Covid-19 dimana sejumlah wilayah di tanah air menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyebabkan permintaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Gas berkurang. 

“Meskipun harga minyak mentah dunia (crude oil) turun di era PSBB, tapi BBM yang dijual rata-rata sudah dikontrak 5 bulan sebelumnya. Jadi pada saat harga crude lagi tinggi,” kata Ramson di Gedung DPR Senayan, hari ini. 

Faktor kedua, diakibatkan adanya selisih mata uang rupiah terhadap dolar AS. Kondisi ini menyebabkan posisi arus kas Pertamina menjadi terganggu dan ditambah penyelesaian kewajiban pendapatan kompensasi kepada pemerintah senilai Rp90 triliun.

“Faktor ketiga, anjloknya harga minyak mentah di sektor hulu. Mungkin itu turunnya pendapatan dari Pertamina,” sambung Ramson. 

Ia pun memaklumi penurunan kinerja Pertamina di awal tahun ini dan berharap dalam satu tahun ke depan BUMN migas ini sudah bisa memperoleh laba. “Kita sudah minta secara periodik selama satu tahun Pertamina tetap untung. Itu kan hanya satu semester,” ujarnya. 

Ramson pun berharap agar Pertamina bisa meningkatkan  pengelolaan manajemen. (AA)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00