Yons Ebit : Makna Hakiki Peringatan Sumpah Pemuda Bagi Pemuda

KBRN, Jakarta: Dalam rangka menyambut hari peringatan Sumpah Pemuda, Gerakan Patriot Pemuda Nusa Tenggara Timur (Garda NTT) melaksanakan kegiatan Long March 'kirab budaya' dari Bundaran Hotel Indonesia menuju patung kuda Monas. Minggu malam (27/10/2019) di ikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan.

Ketua Umum Garda NTT Yons Ebit mengatakan kegiatan itu merupakan agenda rutin tahunan Garda NTT. Kali ini Garda NTT mencoba menghimpun beragam suku, budaya dan agama.

"Ada kawan-kawan Ternate, Maluku, Papua, Kalimantan dll. Mereka hadir dengan memakai atau mengenakan busana daerah masing-masing, sembari menampilkan tari-tarian ciri khas kedaerahannya", ungkapnya.

Acara itu diawali dengan doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan diwarnai dengan orasi-orasi pembacaan puisi.

Yons Ebit menegaskan tujuan dari kegiatan ini yang pertama adalah teman-teman Garda NTT ingin menimba spirit yang telah diwariskan oleh generasi Pemuda pada tahun 1928.

"Momentum 91 tahun yang lalu itu menjadi cikal bakal kelompok pemuda ini, mereka bertekad untuk bertanah air satu, tanah air Indonesia. Berbangsa satu Bangsa Indonesia. Berbahasa satu, Bahasa Indonesia. Artinya bahwa 91 tahun yang lalu, kaum muda sudah melepaskan ego kepribadian. Mereka menanggalkan egoisme, identitas kedaerahan, bahasa daerah, menanggalkan identitas garis politiknya, menanggalkan motif - motif kepentingan pribadinya. Kemudian bersatu dalam satu agenda besar", paparnya.

Artinya kata Yons Ebit bahwa kebhinekaan dan keberagaman adalah warisan leluhur bangsa Indonesia. Momentum 91 tahun lalu menjadi sejarah awal bagaimana para pemuda sudah bicara soal kepentingan bersama, bangsa dan negara", mereka tidak mau lagi bicara soal ego kedaerahan," ujarnya.

Mengambil tema umum kali ini tema nasional Sumpah Pemuda bersatu Kita maju.

"Tema ini bukan hanya sekedar mengingatkan kita sejarah yang terjadi pada 91 tahun lalu, dimana para pemuda telah memulainya, mereka bersatu dengan menanggalkan ego -ego pribadinya," ucapnya.

Tapi yang menjadi tanggung jawab moral dan tanggungjawab besar kita ke depan ujar Yons Ebit adalah bagaimana mempertahankan persatuan yang telah dibangun ini.

"Kawan-kawan Garda NTT tidak ingin merayakan momentum Sumpah Pemuda ini sebagai kegiatan seremonial, sebagai upacara upacara untuk mengenang dan mengingat artifisial, artistik, estetik", terangnya.

Tetapi kawan-kawan, lanjut Yons Ebit, kita ingin mengambil satu substansi yang paling penting adalah bagaimana dalam hidup berbangsa dan bernegara kita harus menghidupi secara mendalam menjadikan spirit itu terbathinkan dan terinternalisasi dalam diri setiap kelompok kaum muda.

"Bersatu kita maju adalah tema Umum, tetapi yang menjadi suatu keharusan bagi kelompok pemuda, karena pemudalah yang menjadi pelopor dan menjadi agen perubahan ditengah derasnya arus globalisasi, informasi dan modernisasi yang hampir tanpa batas", jelasnya.

Menyikapi kondisi itu, ujar Yons Ebit, pemuda harus mengambil posisi yang cukup bijak. Kita tidak harus menjadi kelompok yang penikmat modernisasi pesatnya kemajuan informasi dan teknologi. "Tetapi menjadikan kemajuan itu sebagai sarana untuk pengembangan peradaban bangsa", Tegasnya.

Garda NTT selalu punya komitmen bahwa menempa dan membentuk generasi muda harus dimulai dengan pembinaan karakter moral yang kokoh, pemuda harus ditempa dalam skil kepemimpinan, kemampuan kewirausahaannya, integritas moralnya, kemampuan menghayati nilai - nilai hidup berbangsa dan bernegara.

"Pemuda harus mampu menghayati seluruh dinamika yang terjadi secara cermat, cerdas, tangkas, bijak. Kawan - kawan Garda NTT harus menjadi pelopor perubahan, harus menjadi penyejuk jika terjadi situasi - situasi yang memanas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," tandasnya.

Garda NTT lanjut Yons Ebit, harus menjadi katalisator dan dinamisator, menjadi kelompok yang mampu memberikan harapan untuk kelompok - kelompok pemuda yang lainnya.

"Momentum Sumpah Pemuda kali ini dirayakan dengan cukup sederhana, namun bernilai. Mengapa saya mengatakan demikian ? karena didalam segala keterbatasan, kekurangan teman - teman masih mengorbakan waktu tenaga bahkan uangnya. Dan satu hal yang luar biasa adalah harapan

dan mimpi - mimpi terpancar dalam diri kawan - kawan pemuda Garda NTT yang memberikan keyakinan kepada kita bahwa dunia membutuhkan generasi muda", tandasnya.

Generasi muda sebagai pelopor perubahan dan harapan masa depan bangsa.

"Oleh karena itu generasi muda harus mampu mempersiapkan diri dari sekarang, minimal ketika pada waktunya nanti kawan - kawan pemuda sudah mampu menjadi pemimpin minimal pemimpin bagi diri sendiri", serunya. Sekian dan terimakasih. (IRV)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00