Supian Suri Calon Kuat Sekda Depok 2021?

Wali Kota Depok Muhammad Idris (kanan) bersama Kepala BKPSDM Kota Depok Supian Suri (kiri). FOTO:Ist

KBRN, Depok: Ada banyak nama calon "The Next" Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, bermunculan ditengah masyarakat. Sejak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok mengumumkan pembukaan pendaftaran seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama sekretaris daerah Kota Depok tahun 2021, Jumat (7/5/2021).

Nama-nama tersebut adalah.

1. Kepala Badan Keuangan (BKD) Daerah Nina Suzana.

2. Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporyata) Wijayanto.

3. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Fitriawan.

4. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Gandara Budiana.

5. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Supian Suri.

6. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sidik Mulyono.

Ke enam nama-nama pejabat eselon dua di Pemerintah Kota Depok itu sudah tidak asing lagi di masyarakat Depok. Sepak terjang mereka sudah tidak diragukan lagi, apalagi berbicara tentang skill dan pengalaman dibidang ilmu pemerintahakan tingkat Kota Depok, mereka adalah "suhu" nya.

Tetapi, yang menjadi pertanyaan adalah, Sekda seperti apakah yang dibutuhkan oleh Wali Kota Depok Muhammad Idris untuk mengamankan program dan RPJMD Depok hingga 2024?

Karena seorang Sekda tidak hanya dituntut mampu berkomunikasi dengan Wali Kota saja. Dia harus mampu menjembatani kebuntuan politik Wali Kota di DPRD disaat yang sama Sekda juga harus luwes kepada ASN agar eksekusi program Wali Kota berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Banyak pendapat yang menyuarakan Nina Suzana sebagai pilihan tepat mengisi kekosongan Jabatan Sekda saat ini. Sosok Nina yang ceplas-ceplos kental ciri khas Betawi ini malah menjadi daya tarik tersendiri bagi marayakat.

Apalagi Pemkot Depok baru saja kembali mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) secara berturut-turut untuk yang ke 10 kalinya. Capaian ini tentu bukanlah perkara mudah bagi Nina dan anak buahnya di BKD Kota Depok.

Disisi kesibukannya menjabat sebagai Kepala BKD, Nina Suzana juga saat ini menjabat sebagai Plt Camat Limo dan Ketua Kwarcab Kota Depok.

Deretan prestasi dan multi taksing yang bisa diemban Nina disaat yang bersamaan, cukup untuk membuktikan dedikasi dan komitmennya sebagai abdi negara yang patut diperhitungkan menjadi Sekda.

Gayung bersambut, pejabat eselon dua lainnya yang bisa menyamai kesibukan dan dedikasi Nina Suzana adalah Kepala BKPSDM Supian Suri.

Sejak Muhammad Idris menjabat sebagai Wali Kota Depok 2016, karir pria yang akrab disapa SS itu terus meningkat. Tahun 2016 SS menjabat sebagai Kabag Umum pada Setda Kota Depok, lalu 2017 menjabat sebagai Kepala BKPSDM Kota Depok.

Supian Suri, dikenal piawai dalam mengamankan program Wali Kota Depok Muhammad Idris. Bahkan disaat yang sama sebagai Kepala BKPSDM, Supian Suri pernah menjabat sebagai Plt Kepala Dinas PUPR Kota Depok tahun 2018, Plt Camat Cimanggis 2019, dan Plt Kepala DPMPTSP 2020 hingga saat ini.

Ini bukanlah tugas yang mudah, tapi dijalankan dengan sukses oleh SS. Bisa saja semua tugas tersebut diatas merupakan upaya Wali Kota Depok mempersiapkan ponakannya itu untuk menjadi Sekda jika menang Pilkada 2020.

Artinya, peluang seleksi terbuka Sekda Depok 2021 bagi SS bukanlah suatu kebetulan. Ini merupakan grand design yang sudah dirancang dengan matang dan seksama.

Sejauh ini, SS dimata ASN Depok adalah sosok yang disegani atas ketegasan, komitmen dan keberaniannya. Khusus keberanian SS sudah tidak diragukan lagi.

Ia bahkan tak peduli, jika ada DPRD Kota Depok yang tidak berkenan kepadanya, apalagi berbicara tentang penempatan dan promosi kepegawaian di lingkungan Pemkot Depok.

Suatu peristiwa, pada Kamis (3/1/ 2019), Supian Suri pernah diusir oleh Ketua DPRD Kota Depok Hendrik Tangke Allo dari ruang sidang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok lantaran dipicu persoalan "titip menitip pejabat".

Baca Juga: Wali Kota Depok Mutasi Ratusan Pejabat di Akhir Tahun 2018

SS menceritakan, semua bermula ketika sebelum pelantikan sejumlah kepala Dinas, dia mendapat pesan titipan dari HTA, agar empat ASN mendapat promosi jabatan.

Karena permintaannya ditolak, HTA kemudian menelpon SS dan menyumpah-serapah dengan macam-macam makian. Tetapi dia berusaha tenang dan diam saja.

Karena merasa tidak ada yang salah, Supian Suri santai saja menanggapi ancaman itu. Dia merasa yang dilakukannya sudah sesuai dengan prosedur dan ketentuan.

HTA langsung menghardik SS, Kamis (3/1/2019) di gedung DPRD karena kecewa setelah pelantikan beberapa kepala dinas, Senin (3/1/2019) "titipannya" tidak diakomodir.

Baca Juga: Kesal, Ketua DPRD Kota Depok Usir Kepala BKPSDM dari Ruangan Sidang Paripurna

Ketegasan dan keberanian SS dalam mengambil sikap ini adalah harta karun yang dibutuhkan Wali Kota Depok saat ini. Apalagi, rezim Depok sekarang tinggal tersisa 3 tahun lagi untuk memenuhi 10 janji kampanye Idris-Imam pada pilkada Depok 2020 lalu.

Idris butuh Sekda yang loyal, berdedikasi, tegas dan benari. Apakah itu Supian Suri?

Sedangkan Wijayanto, Sidik Mulyono dan Fitriawan adalah calon Sekda dari gerbong partai politik (PKS).

Gandara Budiana, sudah dikenal dekat dengan Muhammad Idris sejak dirinya masih menjabat sebagai Kepada Dinas Perhubungan Kota Depok. Belakangan kedekatan itu rumornya retak menyusul kasus dugaan korupsi pada Dinas Damkar Depok yang saat ini ditangani oleh Pidsus Kejari Depok.

Senin 24 Mei 2021 adalah batas akhir bagi peserta untuk mendaftar calon Sekda Depok 2021.

Siapakah, calon Sekda Kota Depok 2021 favorit anda?. (RL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00