FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Mubaligh Solo Raya Ingatkan Soal Prokes Covid-19 Dimulai dari Kamtibmas

KBRN, Jakarta : Merebaknya wabah virus corona (Covid-19) di Tanah Air tercinta tentunya menjadi sebuah pukulan keras bagi kehidupan banyak orang di Indonesia.

Salah satunya, dampak virus ini menghantam perekonomian, yang akhirnya membuat banyak pengusaha yang harus gulung tikar, dan karyawan terpaksa harus dirumahkan.

PHK dan pengurangan karyawan terjadi dimana-mana. Jumlah pengangguran di Indonesia pun semakin bertambah.

Pemerintah juga terus berkerja keras dengan berbagai cara untuk bisa menjinakan virus asal Wuhan, China tersebut.

Pada bulan Februari lalu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk melakukan analisa, evaluasi serta pembinaan dalam membangun Kampung Tangguh Nusantara disetiap wilayah masing-masing dalam rangka penanganan dan penekanan angka penularan Covid-19.

Instruksi tersebut merupakan tindak lanjut atas hasil pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali tahap II yang dinilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) kurang maksimal.

Dalam surat telegram nomor: ST/183/II/OPS.2./2021, Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan kepada jajarannya untuk berkoordinasi dengan TNI, Pemda dan juga rumah sakit setempat untuk menambah kapasitas ruang perawatan hingga tempat isolasi pasien Covid-19.

Kapolri juga meminta, para pasien Covid-19 yang memiliki gejala berat dan sudah kritis diharapkan mendapat prioritas penanganan.

Tak lupa, Jenderal Sigit juga meminta bantuan kepada para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda untuk bergotong royong membasmi Covid-19 yang saat ini masih mengancam kesehatan banyak orang di Indonesia.

Salah satunya dengan mendukung dan mensosialisasikan pelaksanaan protokol kesehatan (Prokes) 5M secara masif serta pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

"Melakukan edukasi dan sosialisasi secara masif agar masyarakat disiplin mematuhi protokol kesehatan (Prokes) terutama 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilisasi) serta mendukung pelaksanaan vaksinasi dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, agar masyarakat tidak takut, serta mendukung segala upaya pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19," kata Sigit beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal tersebut, Ustad Azzam Sudarmadi Putra, selaku Ketua STIM (Sekolah Tinggi Islam Al Mukmin), Ngruki Sukoharjo mendukung langkah pemerintah, khususnya yang diintruksikan oleh Kapolri soal bergotong royong membasmi wabah Covid-19 di Indonesia.

Pria yang merupakan Mubaligh Solo Raya itu langsung memberikan himbauan kepada masyarakat khususnya Solo Raya dan Sukoharjo untuk selalu menjalankan amanat yang diberikan oleh pemerintah. Seperti, pelaksanaan protokol kesehatan (Prokes) 5M.

Sebab, menurutnya wabah Covid-19 bisa musnah dari Tanah Air tercinta jika seluruh masyarakat Indonesia bergotong royong dan sadar untuk selalu menajalankan protokol kesehatan.

"Saya selaku Mubaligh Solo Raya menghimbau kepada masyarakat khususnya Solo Raya dan Sukoharjo untuk selalu bisa menjaga ktertiban dan keamanan di lingkungan kita masing-masing dan juga terus menaati protokol kesehatan (prokes) karena kita masih berada di zona Covid-19," Imbau Ustad Azzam, Senin (1/3/2021).

"Mudah-mudahan wabah ini segera berakhir dan terus menjaga ukhuwah ikatan persaudaraan sesama kita jangan sampai terjadi ketidak tertiban di lingkungan kita masing-masing," ujarnya.

Sampai hari Minggu (28/02/2021) kemaren, tercatat penambahan kasus baru sebanyak 5.560 orang. Dengan begitu, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 1.334.634 orang.

Kemudian di hari yang sama juga mencatat ada penambahan 6.649 orang yang telah dinyatakan sembuh, sehingga jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19 mencapai 1.142.703 orang.

Sementara itu, masih dihari yang sama, terjadi penambahan sebanyak 185 pasien yang harus tutup usia setelah sebelumnya dinyatakan positif.

Dengan adanya tambahan tersebut membuat jumlah pasien meninggal dunia akibat Covid-19 menjadi 36.166 orang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00