Anies Diminta Mundur, Fraksi PKS: Pahami Dulu Pernyataan Gubernur

KBRN, Jakarta : Politisi salah satu partai pengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta Anies mundur dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Hal ini karena pernyataan Anies yang berharap supaya penanganan Covid-19 di Jabodetabek diserahkan ke pemerintah pusat.

Terkait hal itu, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Muhammad Arifin menilai pernyataan itu berlebihan dan tidak sesuai dengan konteks yang disampaikan oleh Gubernur Anies.

Menurut Arifin, pernyataan Anies dimaksudkan agar pemerintah pusat tidak berpangku tangan terhadap persoalan pandemi Covid-19 jika sudah menyangkut lintas batas seperti di Jabodetabek.

Pemerintah pusat perlu berperan lebih besar, bahkan leading untuk mengatasi pandemi Covid-19 di Jabodetabek. “Karena ini menyangkut mobilitas orang yang terkonsentrasi di DKI Jakarta, sehingga menyebabkan Jakarta menjadi episentrum pandemi,” ujar Arifin, Selasa (26/1/2021).

Selain itu, Arifin juga menyatakan dengan fasilitas kesehatan yang relatif lebih banyak dan lengkap, banyak pasien Covid-19 dari luar Jakarta yang juga dirawat di rumah sakit di wilayah Jakarta.

Akibatnya, hampir seluruh RS yang menerima pasien Covid-19 di Jakarta penuh ruang perawatannya, dan pasien warga Jakarta sendiri sulit mendapatkan kamar perawatan.

“Saat ini, sebanyak 25%-35% pasien Covid-19 yang dirawat di fasilitas kesehatan di Jakarta termasuk di RSUD milik Pemprov DKI Jakarta berasal dari warga luar Jakarta,” katanya.

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta ini juga menyatakan, pernyataan agar pemerintah pusat terlibat lebih banyak dan aktif dalam menangani pandemi di Jakarta bukan baru kali ini disampaikan, dan juga bukan hanya oleh Gubernur DKI.

Sejak awal pandemi, Anies sudah mengusulkan aturan khusus untuk penanganan Covid-19 di Jakarta. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Bupati Bogor Ade Yasin maupun Walikota Bogor Bima Arya pernah menyampaikan tentang perlunya pemerintah pusat terlibat lebih aktif dalam penanganan Covid-19 di Jabodetabek.

“Penanganan Covid-19 di Jakarta juga cukup baik, terutama dalam hal 3T dan kebijakan yang diambil serta transparan soal data, sehingga mendapat apresiasi dari berbagai pihak termasuk epidemiologi dan pakar kesehatan,” tutur Arifin yang berasal dari dapil Jakarta Utara II.

Bahkan, lanjutnya, selama 1,5 tahun lebih memimpin sendirian tanpa didampingi Wakil Gubernur, Anies juga cukup berhasil dalam memimpin Jakarta termasuk dalam antisipasi banjir dan penanganan Covid-19 di awal-awal.

“Sekarang justru ketika sudah didampingi Wakil Gubernur yang merupakan kader Gerindra, menjadi aneh kalau dibilang Anies gagal dan diminta mundur. Sangat tidak elok dalam situasi kerja keras menanggulangi pandemi Covid-19 ini memainkan isu politik untuk menjatuhkan Gubernur,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00