Wali Kota Depok Minta Klarifikasi Pemprov Jabar Terkait MPLS Tatap Muka SMAN 2

Wali Kota Depok Idris Abdul Somad di Gedung DPRD Kota Depok

KBRN, Depok : Merasa kecolongan Wali Kota Depok Idris Abdul Somad akan meminta klarifikasi kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat terkait kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tatap muka di SMAN 2 Kota Depok, Senin (13/7/2020).

Sebab lanjut Idris, pihaknya sudah dengan tegas melarang dilakukannya kegiatan MPLS maupun Pengenalan Bakat Minat Siswa secara tatap muka mulai 13-17 Juli 2020. Lantaran Kota Depok masih menerapkan PSBB Proporsional dan angka reproduksi penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Depok masih diatas satu.

"Ya kan itu urusan Provinsi, saya ngga tahu itu mereka dapat izin atau ngga. Yang jelas kita ngga izin kan dilakukannya (MPLS) tatap muka di sekolah. Kami akan meminta klarifikasi kesana (provinsi)," kata Idris, kepada wartawan, usai menyampaikan Pertanggungjawaban LPJ di gedung DPRD Kota Depok, Senin (13/7/2020).

Ketika ditanya terkait kemungkinan adanya sanksi terhadap Kepala Sekolah SMPN 2. Idris menyerahkan hal itu kepada Pemprov Jabar, karena SMAN/SMKN/SLB Kabupaten/Kota saat ini dikelola langsung oleh Disdik Jabar.

Pihaknya bersama gugus tugas, sambung Idris hanya sebatas pengawasan saja. Ketika ditemukan suatu pelanggaran pihaknya kemudian melaporkan pelanggaran tersebut ke Pemprov Jabar.

"Kita cuman melakukan pengawasan kalau untuk tingkat SMAN/SMKN/SLB. Kalau SMPN saya tegas memang ngga boleh MPLS tatap muka, semua masih Belajar Dari Rumah (BDR) hingga Desember 2020," ucapnya.

Dikutip dari rri.co.id, SMAN 2 Kota Depok menggelar MPLS tatap muka pada, Senin (13/7) meskipun telah dilarang oleh Wali Kota Depok Idris Abdul Somad dan Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Jaww Barat Wilayah II Bogor-Depok Aang Karyana. (RL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00