Rutin Periksa Prostat Dapat Tingkatkan Harapan Hidup

KBRN, Jakarta : Dokter Spesialis Urologi Siloam Hospitals Asri, Prof. dr. Chaidir A. Mochtar, SpU(K) mengatakan deteksi dini kanker prostat melalui rangkaian pemeriksaan berperan penting untuk menambah harapan hidup bagi pria. Menurutnya, pemeriksaan prostat penting untuk dilakukan karena berkaitan dengan angka kesintasan (survival rate) pasien kanker prostat.

"Pada stadium awal kanker prostat, sel kanker masih terlokalisir dalam kelenjar prostat atau di sekitar sejumlah organ terdekat. Pada kasus-kasus tersebut, diketahui angka harapan hidup dalam kurun waktu 5 tahun mencapai hampir 100%. Sementara itu, pada stadium lanjut, sel kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya di luar prostat, sehingga angka harapan hidup dalam kurun waktu 5 tahun menurun hingga 30%," kata Chaidir,  di SIloam Hospitals Asri, Jakarta, Jumat (28/1/2022).

Lebih lanjut Chaidir menjelaskan, bahwa kelenjar prostat normal pada pria dewasa berukuran 15 - 20 cc. Secara alami, prostat memiliki kecenderungan untuk membesar sejak berusia 40 tahun. Sebanyak 50% pria pada usia 60 tahun mengalami pembesaran prostat. Pada usia 70 - 80 tahun,  persentase pembesaran prostat semakin meningkat hingga 80%. Namun, hanya 25% yang membutuhkan pengobatan.

"Seiring berjalannya waktu, prostat akan mengalami gangguan dan perubahan, salah satunya adalah terjadinya pembesaran pada prostat yang dapat bersifat jinak ataupun ganas (kanker prostat)," ujarnya.  

Sebagai informasi, kelenjar prostat adalah kelenjar yang hanya ditemukan pada pria. Kelenjar ini berfungsi untuk memproduksi cairan prostat yang merupakan bagian dari cairan mani. Cairan ini memberi energi pada sperma dan mengurangi keasaman pada saluran vagina. Kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih dan di depan saluran anus. Pada bagian tengah prostat terdapat uretra, saluran yang mengalirkan urine dari kandung kemih hingga keluar melalui lubang penis. Oleh sebab itu, kelenjar prostat memiliki peranan penting pada kesuburan pria.

Sementara itu, kanker prostat adalah kanker yang terjadi pada prostat, yaitu kelenjar kecil berbentuk kenari pada pria yang menghasilkan cairan mani. Berfungsi sebagai nutrisi dan transportasi sperma. Hampir seluruh kanker prostat adalah adenocarcinoma  (kanker yang berasal dari sel kelenjar).

Sel-sel kanker tersebut dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh melalui pembuluh darah dan kelenjar getah bening. Hingga saat ini, penyebab kanker prostat masih belum diketahui secara pasti. Mengacu pada data dari Globocan (Global Cancer Observatory) 2020, kasus kanker prostat di Indonesia diprediksi menduduki peringkat ke-11 dengan jumlah kasus mencapai 31 per 100.000 populasi

Dari edukasi yang disampaikan Prof. dr. Chaidir A. Mochtar, SpU(K), Ph.D., ada beberapa faktor risiko yang dapat menjadi penyebab kanker prostat, diantaranya usia lebih dari 50 tahun dan memiliki keluarga dengan riwayat kanker prostat atau kanker lainnya. Dari sisi etnik, risiko lebih besar/tinggi dimiliki oleh keturunan ras Afrika-Amerika yang memiliki obesitas. Hal ini disebabkan oleh kurangnya gerak dan diet tinggi lemak jenuh.

Gejala yang dialami penderita kanker prostat meliputi keluhan saluran kemih bawah, seperti sering buang air kecil (terutama saat malam hari), buang air kecil teputus-putus, dan sensasi tidak lampias saat selesai  buang air kecil. Perlu diketahui juga bahwa fase awal kanker prostat dapat tidak bergejala. Selain itu, perlu diwaspadai tanda-tanda penyebarannya seperti nyeri tulang, kesemutan pada kedua tungkai, dan kelemahan pada kedua tungkai.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar