Ivandhana : Orang yang Menghargai Waktu, Pemenang di Dunia Bisnis

KBRN, Jakarta : Personal Productivity Coach Ivandhana mengatakan produktifitas tidak bisa diukur hanya dengan peningkatan penggunaan internet. Produktivitas sendiri dapat diartikan bagaimana kita mencapai tujuan dengan sumber daya dan usaha seminim mungkin. Menurutnya, orang-orang yang sangat menghargai waktulah yang memenangkan ‘pertarungan’ di dunia bisnis. 

“Sebelum 2 tahun lalu nggak banyak orang berpikir tentang produktivitas. Dulu Kerja itu segala sesuatu yang tampak, selama prosesnya bekerja, itu namanya bekerja. Tapi pandemic ini mengajarkan kita mengubah cara kita beraktivitas. Sebelum  pandemi kita  hanya fokus pada 1 pekejaan. Ketika pandemi, banyak peran di satu tempat. Apalagi sejak ada penggabungan antara pekerjaan di rumah dan di kantor, maka orang mulai berpikir,” kata Ivandhana pada acara sharing session gerakan #akuberdaya secara daring, Sabtu (15/1/2022).

Lebih lanjut Ivan menjelaskan, bahwa sibuk tidak sama dengan produktif. Sebab, seseorang yang berkutat  dengan smartphone  juga terlihat sibuk. Tapi apakah sibuk  terkait  pekerjaan karena harus   berinteraksi dengan banyak orang  di kantornya atau sekadar berselancar di internet , membuka-buka laman social medianya untuk update status ?  

“Kalau  bicara  hal ini, setiap orang punya pandangan berbeda terhadap produktivitas. Produktif itu apa ? Ternyata nggak banyak orang yang tahu konsep dari produktivitas itu seperti apa. Istilah produktivitas  dari serapan bahasa inggris, terdiri dari 2 kata: product dan activity. Diartikan dalam bahasa Indonesia, produktivitas adalah kegiatan untuk menghasilkan barang atau jasa,” ujarnya.

Sayangnya masih banyak yang beranggapan bahwa meningkatkan produktivitas diri adalah tentang membuat diri kita bekerja dan beraktivitas lebih lama. Padahal tidak seperti itu, produktivitas bukan tentang bekerja lebih lama, melainkan bagaimana kita bekerja lebih sedikit dengan waktu yang makin minim namun dengan hasil yang luar biasa.

Sebagai informasi, Pada sebuah studi  tentang  penggunaan  waktu di  31 negara, Indonesia berada pada peringkat ke 30 yang tidak menggunakannya secara efisien. Sementara negara Swiss, Irlandia, Jerman dan Jepang termasuk dalam urutan teratas sebagai  negara  dengan masyarakat yang sangat menghargai waktu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar