Peduli masyarakat banjir Pemkot Depok gelontorkan proyek saluran miliaran rupiah, ini hasilnya

Warga membuang kembali tanah galian kedalam saluran Dinas PUPR Depok, agar dapat membangun jembatan sementara akses ke tempat usahanya, Jumat (14/1). FOTO RRI: Rido Lingga
Hasil proyek saluran drainase Dinas PUPR Depok di Jalan Pramuka, Jumat (14/1). FOTO RR: Rido Lingga
Hasil proyek saluran drainase Dinas PUPR Depok di Jalan Pramuka, Jumat (14/1). FOTO RR: Rido Lingga
Hasil proyek saluran drainase Dinas PUPR Depok di Jalan Pramuka, Jumat (14/1). FOTO RR: Rido Lingga

KBRN, Depok: Karena kepedulian Pemerintah Kota Depok terhadap musibah banjir yang kerap melanda warga Mampang Prapatan, Jalan Pramuka, Pancoranmas dan sekitarnya. Pemkot Depok menggelontorkan anggaran Rp1.25 miliar untuk Pembangunan Saluran Drainase Jalan Pramuka, pada akhir 2021. 

Proyek tersebut dimenangkan oleh CV Putra Cirebon Timur, dengan harga penawaran sebesar 32 persen menjadi Rp860 juta. 

Proyek tersebut ditandatangan kontrak, pada 12 November 2021. Dengan asumsi dimulai pengerjaannya pada akhir November 2021 sampai Akhir Desember 2021. 

Namun, pantauan RRI, proyek keperluan mendesak pembangunan saluran drainase Jalan Pramuka itu belum rampung dikerjakan. Lobang-lobang saluran belum ditutup, tanah galian belum diangkut dan lokasi proyek masih berantakan.

Sutinah warga setempat, sudah geram dengan kerusakan yang ditimbulkan oleh kegiatan pengerjaan pembangunan saluran drainase itu yang tidak tuntas. Selain tanah galian masih menumpuk di salah satu teras rukonya, jalan akses masuk rumah pedagang nasi uduk ini pun terpotong ke Jalan Pramuka akibat lobang drainase yang belum selesai dikerjakan. 

"Kita senang pemerintah membangun saluran drainase buat warga, karena memang disini sering banjir kirim dari Bogor. Tapi tolonglah pemerintah (Bina Marga Dinas PUPR) kerjanya pakai kontraktor yang profesional dan tidak merugikan kami, mana zaman lagi susah begini. Saya dagang jadi susah, karena lobang drainase ini motor pembeli ngga bisa parkir akhirnya pergi," tutur Sutinah kepada RRI, dilokasi, Jumat (14/1/2022). 

Selain menyusahkan para pelaku usaha disana, lobang galian drainase itu sudah beberapa kali makan korban warga pengendara terjatuh. Bahkan salah satu korban seorang ibu hamil pengendara motor yang hendak masuk ke toko melalui jembatan sementara. 

"Udah banyak warga yang jatuh pak. Mobil nyungsep di depan Indomart. Terus kemarin ada ibu hamil pengendara motor jatuh, untung kandungannya ngga kebentur u-ditch," ujar Ali warga setempat lainnya. 

Sutinah dan Ali menyebutkan, proyek pembangunan saluran drainase itu sudah tidak lagi dikerjakan kontraktor pelaksana sejak tahun baru. Beberapa titiknya bahkan ada yang belum dipasang u-ditch oleh pelaksana. 

"Saya udah 1 bulan lebih ngga dagang, ini baru dagang dua hari. Emangnya kita ngga punya kebutuhan, itu listrik siapa yang bayar?," keluh Sutinah dan diamini oleh Ali. 

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Kota Depok Citra Indah Yulianti belum bisa dikonfirmasi RRI, apakah proyek saluran drainase Jalan Pramuka itu dilakukan cut-off atau masih dilanjutkan. 

Sementara itu, keterangan dari Ketua LPM Kelurahan Mampang Syahroji membenarkan jika proyek saluran drainase Jalan Pramuka sudah tidak dikerjakan pelaksana sejak Tahun Baru 2022, hingga saat ini. 

"Udah 2 minggu-an proyek drainase ngga dikerjakan lagi oleh pelaksana," kata Syahroji saat dikonfirmasi RRI. 

Proyek tersebut terhenti, sambung Syahroji, lantaran masih menunggu pengesahan adendum waktu dari Wali Kota Depok Muhammad Idris. Syahroji menuturkan, Dinas PUPR juga menyatakan masih melanjutkan kegiatan tersebut apabila adendum waktu pengerjaannya sudah di setujui M Idris. 

"Dilanjut pak, kita masih menunggu adendum pak Wali Kota terkait perpanjangan masa kerja. Rencananya bakal di adendum 50 hari kerja. Kami minta tolong agar proyek ini cepat diselesaikan kasihan warga pedagang sudah pada teriak," ujar Syahroni. 

Ketika ditanya, kenapa baru sekarang diusulkan adendum perpanjangan masa kerja? Syahroni tak mampu menjawab. (RL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar