Lonjakan Harta Nurul Ghufron Dipertanyakan

KBRN, Jakarta: Ketua Poros Rawamangun Rudy Darmawanto, mempertanyakan lonjakan harta kekayaan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  Nurul Ghufron yang mencapai Rp 12,7 miliar hanya dalam kurun waktu setahun setelah menjabat.

Dikatakan Rudy, lonjakan harta yang fantastis itu tentunya patut dipertanyakan. Sebab jika hanya mengacu pada penghasilan (gaji) sebagai Wakil Ketua KPK, penambahan harta kekayaan Ghufron mustahil bisa sampai Rp 12,7 miliar.

Dia mengungkapan, berdasarkan laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) yang diunggahnya, Ghufron diketahui pertama kali melapor harta ke KPK pada 2015 dengan kekayaan senilai Rp 712.574.000. Saat itu ia masih berprofesi sebaga Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember, Jawa Timur.

Kemudian lanjut Rudy, Ghufron terakhir melaporkan LHKPN pada 23 April 2018 ada penambahan harta kekayaan dengan total Rp 1.832.777.249.

"Tetapi pada 2020, tepatnya setahun setelah dia menjabat Wakil Ketua KPK, total harta kelayaan Ghufron mencapai Rp13.489.250.570. Kami patut pertanyakan darima dia mendapatkan penambahan harta kekayaan itu," kata Rudy, Selasa (7/12/2021).

Rudy juga mengatakan, dirinya  memperoleh informasi yang kemudian bisa menimbulkan rasa kecurigaan yakni ternyata Nurul Gufron memiliki 70 kamar kos dengan penghasilan keseluruhan 70 jt per-bulan.

"Padahal selama masa pandemi Covid-19, kondisi bisnis kosan sepi,  kenapa bisa naik drastis dari 700 juta menjadi 12 miliar," katanya.

Sementara itu, kepada sejumlah media massa Ghufron mengakui bahwa kenaikan tersebut tak hanya berasal dari gajinya sebagai Wakil Ketua KPK, tapi juga ia memiliki aset yang kebanyakan properti tanah dan bangunan yang dibelinya dari lelang negara.

Dikatakannya, aset-aset tersebut dibelinya dengan harga yang cenderung murah. Setelah dibeli, aset tersebut ada yang ia jadikan usaha kos-kosan atau dijual kembali setelah direnovasi.

Selain itu, dari keterangan Gufron  dalam pelaporan LHKPN bukan sebagai harga pasar rumah, namun ia laporkan sebagai rumah kos yang nilainya bisa menjadi dua kali lipat dari harga belinya. 

Ghufron juga punya usaha kolam pancing luasnya lebih dari 1 hektare untuk usaha ini di masa Covid-19 masih bertahan sehingga kenaikan LHKPN tersebut lebih krn penyesuaian nilai harta dari masa perolehan dengan saat sekarang ketika ia laporkan dalam LHKPN.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar