Kasus Covid-19 pada Balita Anak dan Remaja Meningkat di Depok

FOTO: Ist

KBRN, Depok: Dua minggu terakhir kasus positif Covid-19 di Kota Depok terus mengalami peningkatan. Kasus harian saja pada Senin 21 Juni 2021, mencapai 587 kasus sehingga total kasus terkonfirmasi aktif sebanyak 4.694 kasus.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan dalam beberapa hari ini, penyebaran Covid-19 di Depok sudah sangat meresahkan, karena sudah menyasar ke balita, anak dan remaja.

"Di dalam satu hari saja balita 0-5 tahun ada sebanyak 31 kasus terpapar Covid-19, sedangkan anak dan remaja 6-19 tahun ada sebanyak 115 kasus positif Covid-19," kata Dadang Wihana kepada RRI, Selasa (22/6/2021).

Kemudian, kasus balita 0-5 tahun yang meninggal dunia karena Covid-19 sebanyak 3 orang dan kasus anak dan remaja 6-19 tahun yang meninggal dunia karena Covid-19 sebanyak 5 orang.

"Tinggkat kematian balita anak dan remaja cukup rendah, sejauh ini balita 3 orang yang meninggal dan anak, remaja sebanyak 5 orang karena virus Corona. Tetapi peningkatan kasus pada balita, anak, dan remeja meningkat," ujar Dadang.

Dadang mengatakan, menurut hasil identifikasi Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kota Depok, penularan pada balita terjadi dari kerumunan kerumunan. Sedangkan penularan pada anak dan remaja terjadi di tempat kerja, tongkrongan seperti cafe, mall, resto, rumah makan dan sejenisnya.

"Untuk balita dan anak-anak, hasil identifikasi kita penularan terjadi di kerumunan-kerumunan. Untuk remaja biasanya penularan terjadi saat hang out, berkomunikasi, pergerakan dan bekerja," katanya.

Oleh sebab, itu pengetatan PPKM Mikro dengan membatasi jam operasional mall dan sejenisnya serta melarang dine-in di cafe, resto dan sejenisnya adalah tepat menurut Dadang. Kaitannya sebagai upaya dalam menekan penularan Covid-19 pada remaja dan usia produktif.

Karena selain penularan pada balita, anak dan remaja yang sedang tinggi, kalangan produktif juga turut menyumbang kasus positif Covid-19 di Kota Depok.

"TNI, Polri dan Satpol PP terintegrasi untuk melakukan operasi Gakkumdu setiap hari untuk mengurai kerumunan pasca ditetapkannya sejumlah pengetatan PPKM Mikro di Depok 21-28 Juni 2021," ujarnya.

Baca Juga: Cafe resto hanya take away, Ini pengetatan sejumlah kegiatan respon lonjakan kasus Covid-19 di Depok

Berbeda dengan balita, anak remaja dan usia produktif yang kasus Covid-19 nya sedang tinggi di Depok. Lansia di lain pihak penularannnya masih terkendali.

"Lansia untuk saat ini Alhamdulilah terkendali karena memang jarang keluar rumah dan prokesnya cukup ketat," tandasnya. (RL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00