Kasus Covid di Jakarta Melonjak Lagi, PKS: Kuatkan Kolaborasi

KBRN, Jakarta : Kasus Covid-19 kembali melonjak di beberapa wilayah di Indonesia termasuk di Jakarta. Dalam 3 hari terakhir, kasus baru harian Covid-19 di Indonesia menembus angka 6 ribu kasus. Bahkan, 2 hari lalu kasus baru harian Covid-19 mencapai lebih dari 8000 kasus.

Di Jakarta, dalam 5 hari terakhir kasus baru harian mencapai lebih dari 2000 kasus. Bahkan dalam 2 hari terakhir sudah mendekati 3000 kasus. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga sudah mulai berencana menarik kembali rem darurat.

Terkait hal itu, Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Muhammad Thamrin menyatakan perlu dikuatkan kembali kolaborasi untuk menghadapi Pandemi Covid-19. Karena kenaikan kembali kasus Covid-19 di Jakarta harus menjadi perhatian semua pihak, tidak hanya pemerintah daerah dan masyarakat.

Kenaikan kasus ini menurutnya dapat berasal dari berbagai sumber, baik kegiatan warga di daerah pemukiman, kegiatan di perkantoran dan tempat kerja, area komersial seperti pasar, tempat makan dan pusat perbelanjaan maupun di transportasi publik.

“Semua berpeluang menjadi sumber penularan dan memunculkan klaster baru jika protokol kesehatan tidak dijalankan secara ketat dan pengawasan tidak dilakukan secara ketat,” ujar Thamrin, Kamis (17/6/2021).

Karena itu, pria yang karib disapa Kyai Thamrin ini menyatakan perlunya semua pihak menguatkan kembali kolaborasi dalam memutus mata rantai penularan Covid-19 ini.

Dia menegaskan, Kolaborasi Sosial Berskala Besar ini jangan hanya digunakan untuk membantu mereka yang terdampak akibat Pandemi Covid-19, namun yang jauh lebih penting adalah dalam memutus mata rantai penularan Covid-19 agar Pandemi bisa lebih bisa dikendalikan.

“Pemprov DKI harus terus menjaga intensitas melakukan test dan tracing yang tinggi, serta menyiapkan fasilitas kesehatan untuk menghadapi lonjakan kasus, termasuk ruang isolasi bagi yang bergejala ringan,” kata Thamrin.

Kemudian, Pemprov DKI juga harus lebih gencar melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan di berbagai area seperti pemukiman, pasar, pusat perbelanjaan, area kuliner dan perkantoran, “Jadi tidak hanya menyampaikan himbauan saja,” tambah Thamrin yang berasal dari Dapil Jakarta Timur VI ini.

Selain itu, lanjutnya, masyarakat juga harus lebih disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan terutama untuk selalu memakai masker dan menghindari kerumunan. “Warga diharapkan bisa lebih bersabar untuk tidak mengadakan kegiatan-kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan,” ucapnya.

Pemprov DKI bersama Kepolisian dan TNI juga perlu menyiagakan dan lebih mengaktifkan aparat di tingkat bawah dan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat untuk memberikan himbauan kepada masyarakat tentang kewaspadaan penularan Covid-19.

“Himbauan disampaikan langsung dengan mendatangi berbagai kawasan pemukiman dan tempat orang berkumpul dengan melibatkan tokoh yang berpengaruh di masyarakat,” imbuhnya.

“Saya mendukung jika Pemprov DKI kembali menerapkan PPKM skala mikro termasuk di perkantoran, dan mendorong untuk kembali lebih banyak WFH bagi pekerja kantoran,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00