FOKUS: #SRIWIJAYA AIR

Presiden Joko Widodo Saksikan Penyerahan Santunan Kepada Ahli Waris Korban Sriwijaya Air SJ 182

Saya menyampaikan terima kasih atas santunan ini dan segera diselesaikan ke seluruh korban

KBRN, Jakarta: Presiden RI Joko Widodo melakukan peninjauan ke Posko Evakuasi pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Jakarta International Container Terminal (JICT) II, Rabu (20/1/'21)

Seperti diketahui, operasi pencarian korban dan property pesawat Sriwijaya Air SJ-182 oleh Tim SAR Gabungan telah memasuki hari ke-12, berhasil mengevakuasi 324 kantong jenazah dan 40 korban telah berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI Polri.  

Pada kesempatan tersebut Presiden Jokowi menyaksikan penyerahan santunan kepada ahli waris korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 dari PT Jasa Raharja yang diserahkan langsung oleh Direktur Utama PT Jasa Raharja Member of Indonesia Financial Group (IFG), Budi Rahardjo S, dimana setiap korban mendapatkan santunan sebesar Rp. 50 Juta. 

Presiden Joko Widodo dalam kesempatan itu juga kembali menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga korban Sriwijaya Air SJ 182.

"Saya menyampaikan terima kasih atas santunan ini dan segera diselesaikan ke seluruh korban", tegasnya.

Pada kesempatan itu, Budi Rahardjo S menyebutkan, sampai dengan hari ini, Rabu (20/1/2021) dari 40 korban yang telah teridentifikasi oleh tim DVI, Jasa Raharja telah menyerahkan santunan kepada 36 ahli waris korban. 

"Sedangkan untuk 4 korban lainnya masih menunggu kesiapan dari keluarga korban. Dan akan segera diselesaikan pada kesempatan pertama", ucapnya.

Budi menegaskan, santunan bagi korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 ini adalah sebagai bentuk Perlindungan Dasar Pemerintah sebesar Rp50 juta rupiah sesuai Peraturan Menteri Keuangan RI No. 15 Tahun 2017.  

"Penyelesaian Santunan Jasa Raharja kurang dari 24 jam sejak pengumuman teridentifikasi oleh DVI Polri sejalan dengan Instruksi Presiden untuk menyegerakan penyerahan santunan kepada seluruh korban dan tentunya dengan tetap berpedoman pada ketentuan yang berlaku dan kesiapan keluarga korban” tuturnya.

Budi lebih lanjut menjelaskan, penyerahan santunan dilakukan sesuai dengan domisili dari ahli waris korban. Hal ini merupakan komitmen Jasa Raharja untuk memberikan pelayanan terbaik, mudah, cepat dan tepat sebagai wujud Negara hadir bagi korban kecelakaan alat angkutan umum dan dapat meringankan beban bagi keluarga yang ditinggalkan.

"Cepatnya pelayanan Jasa Raharja juga didukung oleh kerjasama dari pihak keluarga korban dan juga sinergi dari instansi/lembaga mitra kerja strategis Jasa Raharja", ujarnya.**

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00